Money Management Strategies

February 7th, 2008

Selasa, 5 Februari 2008 yang lalu ikut PD Pemuda Dewasa di GKI Kutisari Indah. Pk. 18.30 sampe jam 21.00 lebih sepuluh menit (kenapa engga ditulis 21.10???).

Hal-hal yang disampaikan di sana cukup aplikatif dan sangat inspiratif.
Yang aku catat ada beberapa hal:
Yang pertama, pengelolaan uang adalah sangat perlu. Sekalipun uang kita ‘hanya’ seribu rupiah atau bahkan lebih sedikit dari itu. Mengapa? Karena hidup ini bukan kepunyaan kita. Dan semua yang kita ‘miliki’ sebenarnya bukanlah milik kita. Lantas, milik siapa dong? Berhubung hidup ini milik Sang Pencipta, maka kita sebagai ‘operator’ yang menjalani hidup ini akan dimintai pertanggungan jawab terhadap hidup ini kan? Maka demikian pula dengan setiap rupiah uang yang kita pergunakan. Entah itu dimasukin ke dalem kantong persembahan di gereja atau dibelanjain bahan2 untuk keperluan rumah tangga. Entah itu dibuat bayar uang parkir atau untuk bayar tagihan listrik. Entah itu mau dibeliin buku-buku bermutu atau dibuat beli pulsa handphone. Jadi, bijaklah dalam menentukan pilihan untuk membelanjakan uang yang kita ‘miliki’.

Tadi sudah disebut bahwa hidup ini bukan milik kita.
Seutuhnya adalah milik dari Sang Pemberi Hidup.
Setiap helaan nafas kita adalah anugerahNya.
Setiap kejapan mata kita adalah kemurahanNya.
Setiap mili gerakan jari kita adalah pemberianNya.
Setiap detak jantung kita adalah semata-mata karena Dia yang menyediakan.
Oleh karena itu, baiklah kita mengelola hidup ‘kita’ terlebih dulu sebelum mengelola keuangan ‘kita’. Setuju? Kelolalah hidup’mu’. Kemudian kelola waktu’mu’. Dan kelola uang’mu’. Persoalannya, bagaimana mengelola hidup?

Apa yang menjadi ‘batasan’ sehingga kita bisa mengetahui bahwa hidup ‘kita’ sudah dikelola dengan baik?
Perjelaslah panggilan hidupmu.
Apa yang Tuhan ingin engkau kerjakan di dalam hidupmu.
Carilah tahu kehendak Tuhan. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -Matius 6:33
Bertekunlah untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, lakukanlah secara terus menerus. Jangan pernah berhenti belajar dan merenungkan firman Tuhan.
Dan tentunya, setelah mengetahui kehendak Allah… milikilah hati yang ‘MAU’ untuk taat melaksanakan kehendak Allah. Kalau setelah TAHU tapi TIDAK MAU kan ya sama saja to?

Nah, setelah panggilan hidup sudah jelas, maka untuk mengatur waktu akan menjadi lebih mudah. Untuk menentukan prioritas dalam memilih kegiatan akan lebih mudah. Lebih mudah di sini bukan berarti mudah. Masih saja sulit saat kita diperhadapkan dengan pilihan yang dilematis. Misalnya saat kita sudah menemukan panggilan hidup kita untuk bekerja sebagai penulis, maka kita akan memberikan sebagian besar dari waktu kita untuk membaca dan menulis. Uang yang kita ‘miliki’ akan kita belanjakan untuk membeli buku-buku dan perlengkapan penunjang kegiatan kita. Yah, kira-kira seperti itu.

Yang kedua, kita mengelola uang ‘kita’. Beberapa prinsip yang perlu diingat:
1. KOMITMEN
2. DISIPLIN dan RAJIN
Komitmen, mencatat SEMUA pengeluaran kita (katakanlah dalam sebulan -biasanya kita nerima gaji dalam sebulan). Lihat dan pelajari. Golongkan pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Segera sisihkan pengeluaran ‘rutin’. Misalnya, untuk makan, untuk perpuluhan, untuk bayar kos, untuk pulsa handphone, untuk barang kebutuhan sehari2, untuk ditabung dan lain2. Dan ini harus dilakukan dengan disiplin dan kerajinan yang tinggi!
Rencakan pengeluaran dengan bijak! Apabila pengeluaran lebih besar dari pemasukan, maka periksalah daftar pengeluaran tadi. Carilah bagian mana yang bisa ‘dipangkas’. Lakukanlah penghematan dalam rangka untuk belajar mengendalikan diri.
Dan yang tak boleh dilupakan, rencakan pula pemasukan. Maksudnya? Kalau gaji tiap bulan sudah pasti segitu, gimana merencanakan pemasukan laen? Cari kerjaan laen gitu? Bukan.. bukan gitu… Masih ingat Matius 6:33 tadi? Carilah tahu terus apa yang Tuhan mau kita lakukan dan kerjakan dalam memenuhi panggilan hidup kita. Sudahkah bisnis yang kita kerjakan itu sudah sesuai dengan kehendakNya? Terus tingkatkan kualitas dalam setiap hal yang kita kerjakan. Lampauilah ekspektasi dari setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada kita. Berikanlah hasil yang lebih berkualitas dibandingkan pekerjaan kita yang terdahulu. Lihat Kolose 3:23 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap haitmu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." bekerjalah untuk Tuhan dan bukan untuk pelanggan.

Dan satu hal yang perlu diingat, penghematan yang dilakukan jangan sampai mengurangi kualitas! Ingatlah, penghematan dilakukan sebagai pelatihan untuk mengendalikan diri! Hemat, dengan kualitas yang semakin baik!

Yang ketiga, lakukanlah evaluasi.
Periksa kembali sudahkan sesuai bidang panggilan yang sedang kita kerjakan sekarang dengan yang Tuhan mau. Bagaimana caranya?
Di mana kita berada mengerjakan bidang panggilan kita, maka bidang panggilan tersebut akan semakin agung. Bukannya menjadi semakin dcela banyak orang. Misalnya, saat kita makin banyak menulis, maka makin banyak pembaca tulisan kita yang makin terdorong dan makin dikuatkan untuk menjadi lebih baik lagi. Tulisan demi tulisan yang kita hasilkan harus semakin lama menjadi semakin berkualitas!

Periksa juga aspek kehidupan kita!
Setiap aspek dalam kehidupan kita harus semakin beres.
1. THEOLOGY = saat teduh, hubungan pribadi dengan Tuhan, jam doa, baca firman
2. FAMILY
3. WORK
4. FELLOWSHIP = persekutuan dengan orang lain, dengan saudara seiman
5. EVANGELIZATION = perkabaran injil, menyampaikan kasih Tuhan kepada orang lain

PD ini dilayani oleh Bp. Ricky Sudharsono, dosen Jurusan International Business Management Universitas Kristen Petra Surabaya.

Sampai ketemu di Persekutuan Doa Pemuda Dewasa selanjutnya!
Selamat mengelola hidup!