With All I am

July 31st, 2007

by Hillsongs Australia

Into your hand I commit again
With all I am for you Lord
You hold my world in the palm of your hand
And I am yours forever
 

Jesus I believe in you
Jesus I belong to you
You’re the reason that I live
The reason that I sing
With all I am
 

Walk with you wherever you go
Through tears and joy I trust in you
I believe in all of your ways
Your promises forever

I will worship you

Speaker

July 31st, 2007

Speaker gereja di kebaktian tadi cukup mengganggu.
Sepanjang kebaktian bener2 berjuang buat bisa bersyukur masi dianugerahi
pendengaran yang baek sehingga bisa membedakan suara yang ’enak’ dan tidak.
Ternyata ngga gampang.
Apalagi ditambah orang2 di deketku juga keliatan gelisah dan ngerasa tidak
nyaman dengan kondisi tersebut.
Banyak suara2 yang ngga nyaman buat didenger.
Suara pengkotbah kadang kedengeran stereo kadang jadi mono.
Hahaha.

 

Apa yang sedang Tuhan kerjakan padaku saat itu sampai sekarang aku masih
belum yakin.
Mungkin Tuhan mau aku jadi orang yang sabar.
Mungkin Tuhan mau aku jadi orang yang berinisiatif.
Mungkin Tuhan mau aku jadi orang yang membuat orang lain menikmati keadaan
tersebut.
Mungkin Tuhan mau aku jadi orang yang senantiasa mengucap syukur.
Mungkin Tuhan mau aku jadi orang yang berani untuk segera bertindak.
 

Entahlah.
Agaknya akhir2 ini cukup banyak hal yang Tuhan ingin aku lakukan.
Agaknya akhir2 ini aku cukup ’menghindar’ untuk mengerjakan yang Tuhan mau.
Agaknya akhir2 ini aku tidak menjadi seperti yang Tuhan ingini.
 

Banyak hal. Perasaan yang kembali diaduk.
Banyak kejadian. Teguran yang kembali disampaikan.
Banyak senyuman. Kasih yang kembali dikirimkan.
Banyak uluran tangan. Kepedulian yang kembali dinyatakan.
 

Tampaknya diriku sekarang ini sedang menjadi speaker yang tidak berfungsi
dengan semestinya. Satu saat dia berbunyi, menyampaikan firman, saat yang laen
diam saja, atau bahkan saat yang laennya lagi malah mengeluarkan bunyi2an yang
memekakkan telinga tanpa ada artinya apa2.
 

Sayang sekali.
 

Apa yang Tuhan ingini sudah jelas.
Bersediakah kau diubahkan, hai jiwaku?
Relakah kau disembuhkan, hai hatiku?

Dengarkan bisikanNya.
Rasakan jamahanNya.
Terimalah pengampunanNya.
 

Kembalilah kepadaNya!

In Love with You

July 23rd, 2007

Have you ever felt want to share your
very very important historical beautiful moment
with someone who always on your mind?

Have you ever thought
that God feels the same about you?

He is in love with you,
or it is more proper to say that
He is crazy about you!

He provides you air to breath…

He plants trees for you enjoying the earth…

He delivers sunbeam to keep you warm…

He teaches birds to sing
so you can hear He gently whispers words of love…

just for you.

Even though you’re not thinking about Him all the time,
His love endures for ever.

No matter how bad you’ve hurt His heart…
No matter how far you’ve been gone…

He keeps you in His mind.
He treasured you in His caring heart.
He holds you in His mighty hand.

God who shaped mountains
God who stretched the sky
God who created living things

is in love with you!

Let’s enjoy His love everyday!
Have a blessed day!

Kusadari

July 8th, 2007

by VOG

Terkadang apa yang kubayangkan tak seperti kenyataan
Kekecewaan dan keputusasaan membayangi hidupku
Ingin kuberlari namun ku tak mampu

Di batas akhir kekuatanku Kau datang dengan kasihMu
Menyentuh hatiku dan bangkitkan semangat hidupku
Tuk melangkah tinggalkan masa lalu

Kusadari kasihMu tak kan pernah berakhir
Kau berikan arti dalam hidupku
Kerinduanku selalu berada di dekatMu
Berjalan dalam kasih dan kebenaranMu
Sampai akhir hidupku

Kini tiada lagi keraguan berganti dengan kepastian
Sungguh kau jawaban hidupku, Kaulah harapanku
Hanya diriMu satu di dalam hatiku

Hal-hal yang terjadi dalam hidup ini

July 8th, 2007

Seringkali tak sesuai dengan apa yang kita inginkan.
Perjalanan yang kita tempuh tak senyaman yang kita harapkan.
Ada kerikil tajam yang menusuk kaki kita.
Ada batu karang yang menghalangi jalan kita.
Ada sakit hati.
Ada kelelahan.
Ada keputusasaan.
Ada kekecewaan.

Namun satu hal berharga yang bisa dipelajari dari perjalanan hidup ini,
apapun yang terjadi, tetaplah mengusahakan untuk senantiasa menjadi pantulan kemuliaan Tuhan.

Apapun yang terjadi dalam hidup ini
Apapun yang dirasakan hati ini

Biarlah kemuliaan Tuhan saja yang dinyatakan

Sekalipun dalam kedukaan yang mendalam
Sekalipun dalam kekecewaan yang amat sangat
Sekalipun luka hati seakan mustahil disembuhkan
Sekalipun kaki ini serasa tak kuat lagi mekangkah

Biarlah kemuliaan Tuhan saja yang dinyatakan

Percayalah Tuhan akan memakai setiap detik dalam hidup ini -dengan keajaiban caraNya- untuk men’transformasi’ orang yang dikasihiNya menjadi semakin sempurna!

inspired by Pipik’s blogspot ^^

Mid-Year Gift

July 8th, 2007

Facing Your Giants book by Max Lucado.

Kemaren aku dapet dari dita. Hehehe.
Mid-year gift.
An unexpected gift.
Really means a lot to me.
Ndak ada special occasion.
Mendadak dapet kado. Hahaha.
Langsung dari spore pisan *seneng*

Dibawain helen -yang uda travelling a lot (jadi bukunya itu uda nyampe ke Malay segala yah hihihihi)- Thanks a lot to her too.
Kemaren sempet foto2 di greja. Hahaha. Dejavu cerita dita katae pas di spore helen n roos banyak foto2. Hahaha.

Once again, thanks a lot, sisters.
What you’ve done had been easing me going through in these ‘melancholy’ moments ^^

Doa Malam Selasa Lalu

July 5th, 2007

Selasa yang lalu ada Doa Malam Pemuda Dewasa di GKI Kutisari Indah. Udah dibuat rutin tiap Selasa pertama jam 19.00 di lantai dua. Sekalian promo neh. Bagi rekan2 yang terbeban buat berdoa syafaat bersama silakan gabungan di acara ini nih. Lokasi nya di Surabaya Selatan, tepatnya di Raya Kutisari Indah 139 ^^

Cerita ini berawal dari satu hari sebelumnya. Di message sama Cik Lusi di YM. Bilang mau minta ijin… yikes! Hahaha. Masi rada trauma sama kata2 ini deh. Beberapa waktu sebelumnya ada yang bilang gitu ke aku n imbas nya cukup mbuat aku kalut. Hihihi. Btw senin malem juga dapet telp ada yang minta ijin lagi. Hahaha. Emang nya aku ini siapa si, kok pada minta ijin ke aku??? Halah. Ya udah. Lanjut cerita wae.

Nah sehubungan dengan masalah perijinan Cik Lusi, akhirnya hari Selasa malem nya aku isa dengerin salah satu postingku dibacain. Wah, bener2 rasae beda banget. Pas dibacain aku rasane isa mbayangin. Cik Lusi mbacainnya begitu ‘hidup’ hehehe. Thanks a lot ya Cik, malem itu jadi berkat buat aku. Kembali diingetin untuk tetap setia dan taat saja kepada apa yang Tuhan bilang. Hmm… bener-bener bukan hal yang mudah.

Selamat bergabung di doa malam selanjutnya!

PS. sebelum doa malam selanjutnya bakalan ada PD Pemuda Dewasa (ini bener2 sok promosi huahahaha, n pe-de banget bakal banyak yang baca blog ku huehehehe)
Diadain tiap Selasa ketiga, untuk bulan Juli ini diadain pada:
Selasa, 17 Juli 2007
Pk. 18.30 WIB
di Gedung Serba Guna
GKI Kutisari Indah
Temanya: Hermeneutik Part 2
Di sini kita bakal makin diperlengkapi dengan cara2 menafirkan alkitab.
Nah, para pembaca sekalian bagi yang merasa rindu untuk diperlengkapi lagi untuk belajar firman Tuhan, silahkan hadir di acara ini ^^ See u there.

Kisah Kasih

July 2nd, 2007

Di sebuah tempat di suatu waktu. Hiduplah seorang raja
yang arif dan bijaksana. (ciee pembukaane kayak dongeng sebelum tidur yah
hihihi). Raja ini memiliki seorang anak laki-laki. Hanya seorang. Anak semata
wayang, sebut orang Jawa. Rakyat di bawah pemerintahan raja ini sangat
sejahtera. Segala sesuatunya serba berkecukupan. Namun kemudian tibalah hari
itu. Hari di mana seluruh rakyat melakukan kejahatan yang sangat buruk. Jauh
sebelum rakyat melakukan kejahatan sangat buruk itu, raja sudah mengeluarkan
peraturan bahwa, barangsiapa melakukan kejahatan yang sangat buruk itu, maka
hukumannya adalah hukuman mati! Yah, apalagi lah, hukuman yang pantas untuk
kejahatan yang sangat buruk?

Karena seluruh rakyat bersalah. Melakukan kejahatan yang
sangat buruk, maka semuanya harus dihukum mati!

Hancurlah segala impian dan angan sang raja untuk masa
depan rakyatnya. Segala rencana2 indah yang sudah disiapkannya utnuk dinikmati
oleh rakyatnya sirna. Rakyatnya harus mati! 

Sang raja bersusah hati. Apa yang harus dilakukannya?
Rakyat yang sangat dikasihinya melakukan kejahatan yang sangat buruk sehingga
harus dihukum mati.
Saat ini seluruh rakyatnya berada dalam
tahanan. Menanti saat eksekusi tiba. Tahanan kejahatan yang sangat buruk. 

Kemudian muncullah sebuah ide.
Anak raja ini mengajukan diri untuk mengunjungi tahanan.
Untuk apa? Tanya sang raja. Yah, sekedar melawat saja.
Mungkin ada sesuatu hal yang bisa dilakukan. Seperti yang sering aku alami saat
aku melakukan kesalahan, ayah. Ayah begitu sabar menghadapi aku. Ayah selalu
mengingatkan aku dan menunjukkan yang benar dan yang salah. Ayah memberikan
pengampunan di saat aku menyadari kesalahan yang sudah aku lakukan dan
menyesalinya. Betapapun besar kesalahan yang sudah kuperbuat, ayah tetap
memberikan pengampunan. Siapa tahu setelah rakyat mengetahui kesalahannya,
mereka menyadari dan menyesali apa yang telah mereka perbuat. Dan seperti
kesempatan yang ayah selalu berikan padaku untuk mencoba lagi, kenapa tidak
raja memberikan kesempatan lagi untuk rakyat yang begitu dicintainya? 

Sang raja pun termangu. Setelah terdiam beberapa saat,
sang raja pun manggut-manggut. Akhirnya diberikannya kepada anaknya ijin untuk
mengunjungi rakyat yang telah melakukan kesalahan yang sangat buruk.
Dengan satu syarat tentunya, sang anak tidak boleh mengenakan pakaian
kebesarannya. Sang anak hanya diperkenankan mengenakan pakaian seperti rakyat
yang lainnya. Tentu saja sang anak menyetujuinya. Tanpa membuang waktu lagi
sang anak berangkat. Meninggalkan gemerlap dan kenyamanan istana raja. Menuju
ke ruang tahanan rakyat yang melakukan kejahatan sangat buruk. 

Kira-kira apa ya yang dirasakan sang anak? 

Deg deg an?? Gugup?
Bayangan akan adanya penolakan?

Sang anak datang membawa cerita tentang sang ayah yang
begitu penuh belas kasih, siapa yang mengaku bersalah dan menyadari
kesalahannya serta menyesalinya akan ditawarkan kepadanya pengampunan. 

Perjalanan panjang pun dimulai.
Sang anak menerima berbagai macam reaksi.
Mulai dari penerimaan yang begitu tulus.
Sampai dengan penolakan yang kejam.
Kecaman. Hinaan. Tuduhan.
Semuanya dilontarkan dengan kejamnya.
Dia dibilang menghina raja.
Dia dinyatakan menghujat raja.
Melanggar peraturan.
Menimbulkan kekacauan dengan pernyataan2nya.
Memang ada sebagian rakyat yang menerima sang anak.
Sebagian yang menerima ini mempercayai bahwa sang anak
adalah utusan sang raja yang memang datang untuk memberikan pengampunan dan
membebaskan mereka dari hukuman mati.

Sebagian lagi tidak percaya.
Menentang sepenuhnya semua pernyataan sang anak.
Bahkan, mereka merancangkan penghukuman bagi sang anak.
Nah lho! Sang penawar pembebasan terancam dihukum! 

Memang suatu hal yang tidak masuk di akal.
Suatu hal yang tidak dapat dipikir dengan logika.

Di saat hukuman kematian sudah ditentukan, ternyata
terjadilah tawar menawar yang sangat hebat antara sang raja dengan peraturan
yang dibuat oleh sang raja sendiri. Pilihan yang sangat sulit harus dibuat oleh
sang raja. Rakyat yang dikasihinya mati karena kesalahan yang sangat buruk yang
mereka lakukan… atau pemberian pengampunan kepada mereka yang sadar dan
menyesali kesalahan mereka…

Tapi tentunya tidak semudah itu. Hukuman tetap harus
dilakukan! Sekalipun mereka menyesal, tetap harus dihukum. Itu baru adil
namanya. Tetapi, bila mereka dihukum, maka mereka mati.
Lantas
pengampunan itu diberikan kepada siapa? Kesempatan untuk memperbaiki kesalahan
harus ditujukan kepada siapa? 

Lagi-lagi sang anak memberikan ide, ia mengajukan diri
untuk menggantikan hukuman yang harus dijalani para tahanan! 

Sang anak yang tidak bersalah menanggung hukuman bagi
para tahanan yang melakukan kejahatan yang sangat buruk.

Sang anak yang seharusnya bersama sang bapa memberikan
penghukuman dan menjalankan pengadilan kini diadili dan menjadi terhukum. 

Para tahanan ditawarkan kebebasan hanya dengan menerima
tawaran yang diberikan.
Menerima pengampunan dari sang
raja sendiri. Yang disampaikan oleh sang utusan, anak satu-satunya –yang berpakaian
sama dengan para tahanan. 

Suatu hal yang susah dipercaya bila kita berada di posisi
para tahanan.

Bagaimana mungkin salah satu dari antara para tahanan
mengaku dialah anak sang raja. Mana mungkin! Anak raja bukan berada di antara
tahanan, tapi di istana raja sanaaaa. Tidak dapat dipercayaaa. Hahaha. Mungkin
tawa ejekan akan terlepas dari mulut kita. Mungkin dahi yang berkerut akan
mencemooh fakta yang diungkapkan pria itu –pria yang mengaku sebagai anak raja.
Ditambah lagi menggembar-gemborkan pada keselamatan yang ditawarkan sang raja
sendiri.
Hah! Jangan-jangan ini orang udah saking stress nya jadi
ngomong ngga karuan??!!! Gara-gara menanti hukuman mati yang sama dengan para
tahanan yang laen, cuman yang satu ini ngga kuat mentalnya, so jadi ngomong
hal-hal yang ngga jelas. Beranda-andai. Bah! 

Namun ada sebagian yang ternyata percaya dengan apa yang
diomongkan sang anak! Mereka percaya adanya pengharapan dari apa yang
disampaikan. Adanya pengampunan yang disiapkan oleh sang raja. Mungkin apa yang
didengar adalah hal yang sulit dipercaya. Namun itulah satu-satunya harapan.
Dalam masa penantian untuk menjalani hukuman mati, maka berita itu adalah suatu
kabar sukacita yang sangat melegakan dan memberikan harapan baru! Sebuah pintu
kesempatan yang dibuka. Lembaran baru dalam sejarah kehidupan yang masih kosong
belum bernoda apapun siap untuk ditulis dengan kisah-kisah baru yang
menyenangkan!

Nah, pembaca, kira-kira berada di mana kah kita apabila
kita adalah para tahanan yang sudah melakukan kesalahan yang sangat buruk? 

Tahanan yang tidak percaya atau yang percaya? 

Semua manusia berdosa.
Hukuman dosa adalah maut.
Kematian kekal, berada dalam siksaan neraka selamanya.

Namun ada tawaran keselamatan yang disampaikan secara
langsung oleh utusan dari surga!

Sang Anak sendiri datang dalam rupa manusia.
Menjadi terhukum, menggantikan manusia berdosa.
Suatu hal yang susah dipercaya. Tidak dapat diterima
dengan akal sehat! Adakah kasih yang sedemikian besar sehingga rela mati untuk
orang yang dicintainya? Padahal jelas-jelas orang yang dicintainya bersalah dan
berdosa? Bahkan jahat terhadap dirinya? 

Bukan dengan pikiran manusia.
Bukan dengan logika.
Bukan pula dengan kepandaian.
Tidak juga dengan perasaan.
Kabar baik ini dapat diterima dan diyakini kebenarannya.

Hanya dengan iman.

”Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman;
itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah,
itu bukan hasil pekerjaanmu:
jangan ada seorangpun yang memegahkan diri.”
Efesus 2:8-9

Point of no return

July 2nd, 2007

Barusan ngobrol tentang topik ini. Yang ngerasa abis ngobrol ama aku tentang topik ini boleh ge er. Hahaha. Frase ini pertama kali aku denger n liat di film Phantom of The Opera yang dibintangi oleh Emmy Rossum (phantom nya sapa aku lupaa namanya hahahaha). Udah liat total 3 kali kayaknya. Pass point of no return.

Uhm… sebenere semua detik dalam kehidupan manusia ini adalah point of no return. Lha kan ya ndak mungkin to balek ke masa lalu? Sekalipun itu sedetik yang lalu. Point of no return. Tapi ternyata point of no return yang dimaksud temenku tadi adalah saat di mana diri kita tak akan bisa kembali ke diri kita yang dulu. Tak akan ada ‘aku’ yang dulu lagi.

Kalo perubahan yang terjadi adalah menjadi ‘aku’ yang lebih baek lagi kenapa dipermasalahkan? Tentunya ngga ada yang mempermasalahkan to? Tapi kalau ternyata menjadi lebih buruk? Nah, persoalannya adalah menjadi seperti apakah ‘aku’ yang baru ini?

Kalau menjadi yang lebih buruk? Benarkah tak bisa kembali ke ‘aku’ yang dahulu?
Tak bisa, tak mampu atau tak ingin?

Gara2 kehilangan kepercayaan maka ‘aku’ menjadi berubah.
‘aku’ tak lagi bisa mempercayai dia lagi.

Hmm… susah ya… setelah kepercayaan’ku’ disepelekan
setelah kepercayaan’ku’ disalahgunakan
setelah kepercayaan’ku’ diabaikan
bisakah ‘aku’ percaya lagi pada dirinya?
bisakah ‘aku’ percaya lagi pada orang lain?

Duh, butuh banyak hal untuk bisa memulai pembangunan hal satu ini.
Kerendahan hati.
Hati yang benar-benar luaaaasssss.
Keberanian.

Yang dilakukan pertama kali?
Apa yaa… mengobati luka di hati dulu kayake.
Caranya? Hahaha. Pake ****plast… plester paling jempol tanpa o’ooo (korban iklan)
Yah kalo pengalaman pribadi si deket2 sama Tuhan.
Manja-manja sama Tuhan.
Hohoho. Banyak2 ‘ngobrol’ ‘denger’ baek2 yang Tuhan katakan lewat firmanNya.
Baru2 ini baca dailymail nya Max Lucado:
Read prayerfully. Read carefully.
Abis baca itu sekarang kalo baca firman bener2 prayerfully. Hohoho. Sebelum2e sempet ndak konsen n sembarangan :’(

Kalo luka di hati sudah ‘tertambal’ dengan baek (jadi inget film Patch Adams ^^ ) bangun kembali kepercayaan buat orang laen. Keberanian diperlukan di sini. Keberanian untuk dikecewakan. Keberanian untuk ditinggalkan. Keberanian untuk berubah. Luka di hati memang tidak akan sembuh sepenuhnya. Namun dengan adanya ‘tambalan’ tadi akan selalu mengingatkan ‘aku’ untuk tidak sembarangan menyalahgunakan kepercayaan yang sudah diberikan oleh orang lain.

Berita baiknya, dengan makin banyaknya ‘tambalan’ di hati’ku’ maka semakin ‘banyak’ ruang ’sakit’ yang bisa ‘aku’ jadikan ‘museum’ pengalaman. Catatan harian. Sejarah. Sewaktu-waktu dibutuhkan bisa di’bongkar’ lagi. Ndak selamanya proses pembongkaran itu bakal enak. Melihat lagi luka hati yang dulu bukan hal yang nyaman, tentunya! Tapi bila emang itu salah satu cara yang bisa dipakai untuk ‘aku’ introspeksi dan menjadikan ‘aku’ sosok yang lebih baek lagi. Kenapa tidak dilakukan?
Lagipula, dengan memiliki ‘catatan’ pengalaman luka maka ‘aku’ dapat makin ber’empati’ dengan orang yang mengalami hal yang sama. ‘aku’ dapat pula membagikan hal-hal yang pernah ‘aku’ alami dulu. mungkin pengalaman’ku’ dapat membantunya melalui masa-masa sulit yang sedang dihadapinya.

Yeah, point of no return.
Let us not measure God -the source of all power- by our measurement.
He owns unlimited source of strength.
Ask Him for making us stronger through our pains.
Beg Him to give us greater heart so we can share it with others.

Selamat memiliki hati yang besaaaarrr! ^^