Pengajar yang Belajar

April 27th, 2007

John 3:1-21 (New International Version)

Copyright ©  1973, 1978, 1984  by International Bible Society

Jesus Teaches Nicodemus

1 Now there was a man of the Pharisees named Nicodemus, a member of the Jewish ruling council. 2 He
came to Jesus at night and said, "Rabbi, we know you are a teacher who
has come from God. For no one could perform the miraculous signs you
are doing if God were not with him."

3 In reply Jesus declared, "I tell you the truth, no one can see the kingdom of God unless he is born again.[a]"

4 "How
can a man be born when he is old?" Nicodemus asked. "Surely he cannot
enter a second time into his mother’s womb to be born!"

5 Jesus answered, "I tell you the truth, no one can enter the kingdom of God unless he is born of water and the Spirit. 6 Flesh gives birth to flesh, but the Spirit[b] gives birth to spirit. 7 You should not be surprised at my saying, ‘You[c] must be born again.’ 8 The
wind blows wherever it pleases. You hear its sound, but you cannot tell
where it comes from or where it is going. So it is with everyone born
of the Spirit."

9 "How can this be?" Nicodemus asked.

10 "You are Israel’s teacher," said Jesus, "and do you not understand these things? 11 I
tell you the truth, we speak of what we know, and we testify to what we
have seen, but still you people do not accept our testimony. 12 I have spoken to you of earthly things and you do not believe; how then will you believe if I speak of heavenly things? 13 No one has ever gone into heaven except the one who came from heaven—the Son of Man.[d] 14 Just as Moses lifted up the snake in the desert, so the Son of Man must be lifted up, 15 that everyone who believes in him may have eternal life.[e]

16 "For God so loved the world that he gave his one and only Son,[f] that whoever believes in him shall not perish but have eternal life. 17 For God did not send his Son into the world to condemn the world, but to save the world through him. 18 Whoever
believes in him is not condemned, but whoever does not believe stands
condemned already because he has not believed in the name of God’s one
and only Son.[g] 19 This is the verdict: Light has come into the world, but men loved darkness instead of light because their deeds were evil. 20 Everyone who does evil hates the light, and will not come into the light for fear that his deeds will be exposed. 21 But
whoever lives by the truth comes into the light, so that it may be seen
plainly that what he has done has been done through God."[h]

Footnotes:

  1. John 3:3  Or born from above; also in verse 7
  2. John 3:6  Or but spirit
  3. John 3:7  The Greek is plural.
  4. John 3:13  Some manuscripts Man, who is in heaven
  5. John 3:15  Or believes may have eternal life in him
  6. John 3:16  Or his only begotten Son
  7. John 3:18  Or God’s only begotten Son
  8. John 3:21  Some interpreters end the quotation after verse 15.

Nikodemus adalah seorang ahli agama bangsa Yahudi. Pemimpin agama, sebutannya.
Sapaan Nikodemus terhadap Yesus adalah sebagai guru yang dari Allah. Ini merupakan hasil kesimpulan dari Nikodemus dan kawan-kawannya.

Yesus, yang menyadari disapa demikian langsung memahami ada hal-hal yang tidak dimengerti oleh Nikodemus. Ada hal yang ingin ditanyakan sehubungan dengan sapaan yang Nikodemus katakan. Pengakuan terhadap kejeniusan utusan Allah. Nikodemus dengan rendah hati menyadari akan kekurangtahuannya dan datang untuk belajar kepada Yesus.

Kepekaan Yesus terhadap kebutuhan Nikodemus sangat tinggi.
Yesus tidak membuang waktu lagi untuk membicarakan mengenai siapa diriNya.
Langsung dimulailah pengajaran malam itu.

Yesus memulai dengan perkataan yang mengundang pertanyaan.
Menyatakan suatu hal yang tidak logis, "… jika seorang tidak dilahirkan kembali, ia tidak dapat melihat kerajaan Allah."

Gimana caranya? Dilahirkan kembali?
Bayi yang baru lahir pun emang bisa dilahirkan kembali?
Ndak masuk akal.
Lantas, siapa yang dapat melihat kerajaan Allah?!
Tak seorang pun???

Yesus melanjutkan penjelasanNya.

Nikodemus kembali tidak mengerti.

Giliran Yesus yang terheran-heran, pengajar tapi kok ndak memahami hal-hal yang disampaikan??? Hmmm…
Ada kekagetan. Tapi bukan kesombongan. Bukan merasa diriNya lebih hebat (walaupun sebenarnya memang Yesus lebih hebat dari pengajar mana pun ^^). Yesus pun dengan sabar melanjutkan pengajaranNya. Walaupun mungkin ada kekecewaan yang menyelinap di hatiNya. Seorang pemimpin agama tidak mengerti hal yang sedemikian mendasar? Ajaran seperti apa yang biasanya disampaikan olehnya? Kesedihan.

Namun dengan segala kerendahan hati (dalam segala kecapekan setelah seharian beraktivitas) Yesus terus mengajar Nikodemus (yang pada malam hari itu tampaknya susah banget berkonsentrasi -padahal kalau dipikir2, Nikodemus ditunjuk sebagai perwakilan dari semua teman2nya mesti atas pertimbangan bawa Nikodemus adalah yang paling pandai dan menguasai materi pengajaran2 agama -tapi kenyataannya malam itu pun orang terpandai jadi ndak mudeng an hehehe).

Apa yang Yesus sampaikan merupakan gambaran masa depanNya.
Pengulangan terhadap misi yang Allah mandatkan kepadaNya.
Penegasan kembali. Pemberitaan lagi.
Perasaan ditolak itu pasti muncul kembali.
Allah datang dengan kasihNya untuk memberikan anugerah hidup kekal.
Tapi ternyata ada penolakan di sana.

"… Terang telah datang ke dalam dunia, tetapi manusia lebih menyukai kegelapan dari pada terang…"

Allah sakit hati?
Bisa jadi. Allah ditolak.
Apa perasaan kita saat kita mengalami penolakan?
Dan bukankah kita segambar dan serupa dengan Allah?
Jika kita merasa sakit hati, tidakkah Allah bisa jadi merasakan hal yang sama?

Yesus tetap tegar dan tabah.
Dengan bercerita ulang, ini artinya kembali mengingat luka di hati itu.
Belum lagi sembuh luka itu.
Belum pula luka itu diperdalam.
Pedihnya pun belum dirasakan secara fisik.
Gambaran mengenai jalan salib itu kembali muncul.
Sengsara yang harus Yesus jalani pun terbayang dalam benak.

Sudah susah-susah direncanakan untuk diberi hadiah, rupanya ditolak.
Malah nyata-nyata menunjukkan sikap lebih menyukai hadiah yang sangat bertolak belakang dengan yang diberikan.

Namun di dalam segala perasaan hancur dan sakit itu Yesus tetap konsisten mengajar. Tetap menceritakan rencana Allah kepada Nikodemus.

Luar biasa!

Kiranya dengan meneladan Yesus, kita tetap bisa mengajar dengan baik -dalam ‘kehancuran’ perasaan kita sekalipun.
Belajar dari Nikodemus, kita bisa semakin terpacu untuk belajar dari Sang Guru Agung, utusan Allah; tetap merasa diri kurang tahu dan kurang paham untuk memahami firman Allah; terus belajar dan belajar.

Selamat belajar dan mengajar!

LULLABY

April 26th, 2007

by Jack Johnson


When
you’re so lonely lying in bed
Night’s
closed its eyes but you can’t rest your head
Everyone’s
sleeping all through the house
You wish
you could dream but forgot to somehow

 
Sing this
lullaby to yourself
Sing this
lullaby to yourself 

And if
you are waiting, waiting for me
Know I’ll
be home soon darling I guarantee
I’ll be
home Sunday just in one week
Dry up
your tears if you start to weep

 

And sing
this lullaby to yourself
Sing this
lullaby to yourself

Lullaby,
I’m not nearby
Sing this
lullaby to yourself
Don’t you
cry, no don’t you cry
Sing this
lullaby to yourself

 

Cause
when I arrive dear it won’t be that long
No it
won’t seem like anytime that I’ve been gone
It ain’t
the first time it won’t be the last
Won’t you
remember these words to help the time pass?

 

So when
you’re so lonely lying in bed
Night’s
closed its eyes but you can’t rest your head
Everyone’s
sleeping all through the house
You wish
you could dream but forgot to somehow

 

Sing this
lullaby to yourself
Sing this
lullaby to yourself
Sing this
lullaby, sing his lullaby
Sing this
lullaby to yourself

DOA KAMI

April 26th, 2007

True Worshipper #5

Syukur untuk setiap rencanaMu
Dan rencanaMu yang mulia
Dalam satu tubuh kami bersatu
Menjadi duta kerjaanMu
Kuucapkan berkat atas Indonesia
Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Bagi bangsa ini kami berdiri
Dan membawa doa kami kepadaMu
Sesuatu yang besar pasti terjadi
Dan mengubahkan negri kami
Hanya namaMu Tuhan ditinggikan
Atas seluruh bumi

Kami rindu melihat Indonesia
Pulih dari semua problema
Hidup dalam jalan kebenaranMu
Pancarkan terang kemuliaanMu
Kuucapkan berkat atas Indonesia
Biar kemuliaan Tuhan akan nyata

Kami tahu hatiMu ada di bangsa ini

WHEN GOD MADE YOU

April 19th, 2007

by Newton with Natalie Grant

It’s always been a mystery to me
How two hearts can come together
And love can last forever
But now that I have found you, I believe
That a miracle has come
When God sends the perfect one
Now gone are all my questions about why
And I’ve never been so sure of anything in my life

I wonder what God was thinking
When He created you
I wonder if He knew everything I would need
Because He made all my dreams come true
When God made you
He must have been thinking about me

I promise that wherever you may go
Wherever life may lead you
With all my heart I’ll be there too
From this moment on I want you to know
I’ll let nothing come between us
And I will love the ones you love
Now gone are all my questions about why
And I’ve never been so sure of anything in my life

He made the sun He made the moon
To harmonize in perfect tune
One Can’t move without the other
They just have to be together
And that is why I know it’s true
You’re for me and I’m for you
‘Cause my world just Can’t be right
Without you in my life

He must have heard every prayer I’ve been praying
Yes He knew everything I would need
When God made you
When dreams come true
When God made you
He must have been thinking about me

62 things you might not knoe….bout me….

April 16th, 2007

01. Whats your middle name?
* indriani

02. How big is your bed?
* 120 cm

03. What are you listening to right now?
* Kaulah Harapan -Sari Simorangkir

04. What are the last 4 digits in your cellphone number?
* 6453

05. What was the last thing you ate?
* roti tawar n susu coklat indomilk

06. Last person you hugged?
* sapa yaaa… lali wes hahaha kayake julie deh

07. How is the weather right now?
* ndak karuannn marai sakit

08. Who was the last person you talked to
on the phone?
* meikel

09. Favorite type of Food?
* indonesian, japanese, korean, javanese hahaha… apapun la sing isa dimakan kecuali yang bersantan n berkeju keju ^^

10. Do you want children?
* yea!

11. Do you drink?
* aer putih, vitamin

12. Ever get so drunk you don’t remember the entire night?
* ngga la

13. Hair colour?
* asli dari sono, item kemerahan ^^

14. Eye colour?
* dark brown

15. Do you wear contacts/glasses?
* kalo event khusus n spesial

16. Favorite holiday?
* hah lupa kapan trakir holiday… yang keinget terus ya pas akhir taun ultah e emak 80 thn di semarang yuhuuuu… kapan buat acara gitu lageeee… kangen kangen kangennn (kayake akhir taun ini yaa hahaha)

17. Favorite Season?
* wet

18. Have you ever cried over a girl/boy?
* maksud nya? mbuat nangis pa dibuat nangis? kayake dua dua e dah pernah kok hahaha

19. Last Movie you Watched?
* The Reaping, filem horor -setelah sekian lama ndak liat horor… astagaaa horor menegangkan! Sinopsisnya menipu.

20. What books are you reading?
* Bible ^^

21. Piercings?
* dah bumpet

22. Favorite Movie?
* Finding Nemo -still

23. Favorite football Team?
* don’t know any ^^ hahaha

24. What were you doing before filling this out?
* chating with Dita ^^ ciayooo ditaaa

25. Any pets?
* yup

26. Dogs or cat?
* none of them

27. Favorite Flower?
* orchid

28. Have you ever loved someone?
* yea

29. Who would you like to see right now?
* someone i’ve been really missing -feel like i’ve been a missing person huahahaha

30. Have you ever fired a gun?
* pistol maenan sambil tutup kuping, soale keras banget bunyie hehehe

31. Do you like to travel by plane?
* yea! palagi kalo terbang malem… oiii what a great view (asal jangan duduk di deket sayap, semuae ketutup sayap ^^)

32. Right-handed or Left-handed?
* right

33. If you could go to any place right now where would you go?
* semarang, salatiga, bandungan!!!!

34. Are you missing someone?
* feel like i’ve been a missing person tu

35. Do you have a tattoo?
* bekas luka digigit anjing termasuk ga? haha

36. Do you still watch cartoons on Saturday mornings?
* ngga

37. Are you hiding something from someone?
* as far as i realize i am not

38. ARE YOU 18?
* nope

39. WHAT IS THE WALLPAPER ON YOUR PC?
* glowing mushroom

40. DID YOU GET ENOUGH SLEEP LAST NIGHT?
* noooo… it’s been 3 nights i don’t have enough sleep… and make me sick :(

41. FIRST THING YOU THOUGHT ABOUT THIS MORNING?
* hari ini dapet kabar nda yaaa?

42. GRILLED OR FRIED?
* grilled

43. WHAT MAkES u uniQue??
* buaaeeekkkk hahahaha

44. ARE YOU AFRAID OF THE DARK?
* nope

45. FAVORITE HANGOUT?
* movie

46. 3 THINGS YOU CAN’T LIVE WITHOUT?
* God, my family and friends

47. FAVORITE SONG?
* Tangan Kuat yang Memegangku

48. WHAT ARE YOU AFRAID OF?
* apa yaaa… takut kehilangan ^^

49. ARE YOU A GIVER OR TAKER?
* sebisa mungkin giver, ga tau lagi kalo ternyata masih termasuk taker hehehe

50. WHAT ARE YOUR NICKNAMES?
* rik, ka, rik2, richie, riki, kik… yea! mau nambah apa lagi?

51. LAST PERSON WHO CALLED YOU?
* meikel

52. WHAT IS YOUR DADS MIDDLE NAME?
* susanto

53. WHATS YOUR MOTHERS MIDDLE NAME?
* indriani

54. STUCK ON A DESERTED ISLAND & COULD TAKE ONE THING?
* bible ^^

55. WHO’S YOUR CELL PHONE PROVIDER?
* telkomsel, so close so real

56. FIRST THING YOU’LL SAVE IN A FIRE?
* someone rite next beside me -sok jadi hero ni hahaha

57. Whats your favorite color?
* kunink

58. WHAT ARE THE THINGS YOU ALWAYS TAKE WITH YOU?
* keys hehehe

59. WHAT DID YOU WANNA BE WHEN YOU WERE A KID?
* astronot, kandas kelas 3 SD soale ke dokter mata n dibilang minus 2 hahaha

60. WHAT DO YOU USUALLY DO WHEN THE CLOCK TURNS 11:11?
* siang? nda jelas la tergantung schedule hari itu

61. THE COLOR of YOUR BEDSHEEt?
* creamy

62. WHAT DO YOU THINK ABOUT BEFORE YOU GO TO BED?
* how can i close my eyes and sleep tight…

Betapa Mulia

April 15th, 2007

Bila ku menatap kaki langit
Melihat ciptaan jariMu

Bulan bintang di cakrawala
Siapa daku?

Siapakah ku yang Engkau telah dikau sayang?

Kau bri mahkota kemuliaan dan hormat
Kau ciptakan sturut rupa dan gambarMu
…. (missing lyrics -anyone could added? ^^)

Bintang di langit burung di udara
Ikan di laut

Siapa daku?

Siapa kah aku yang Dikau sayang?

Allah Tuhan betapa mulia nama Tuhan
Di seluruh alam semesta
Allah Tuhan semua makhluk memuja Dikau
Kami juga
Kami juga

Haleluya!

——– lagu ini tadi dilatih pas latihan Paduan Suara tadi siang ——–

Aku seneng banget sama lagi ini. Bener-bener megah! Mbuat merinding hihihi, sama mbek pendapate Ganda (pelatih PS tadi hehe ^^).

Mod, miss you so much, tadi ngga ada yang ngiringi lo, soale pianis e ndak isa ngikuti partitur e hueeeee.

Catatan Harian Seorang Pelayan

April 14th, 2007

Hari ini adalah hari ketiga dalam minggu ini.
Hari ini aku dan teman-temanku sepelayanan bertugas di sebuah pesta perkawinan.

Ada kejadian menarik yang terjadi di dalam pesta tadi.

Aku mulai dari awal saja.
Pesta ini berlangsung seperti pesta-pesta pada lazimnya.
Para undangan datang. Teman-teman.
Keluarga. Relasi. Sahabat.
Dari kedua mempelai yang berbahagia.
Semuanya  bersukacita bersama dengan kedua mempelai.

Hidangan mulai dihidangkan.
Minuman disajikan.
Para undangan menikmatinya.
Kami, para pelayan mondar-mandir disibukkan melayani mereka semua yang hadir.

Sibuk. Ada undangan yang menghargai kami.
Namun ada pula yang memandang kami dengan sebelah mata pun tidak.
Yah, inilah yang dialami pelayan. Hal yang biasa terjadi.
Dan aku pun harus terus belajar untuk tetap menjaga hati untuk tetap rendah.
Sekalipun tidak ‘dipandang dengan sebelah mata’ kehadiran dan kewajibanku harus tetap aku jalankan dengan sebaik-baiknya.
Karena apabila tidak maka akan terjadi hal-hal yang tidak diinginkan.
Wah, kok jadi melantur yah. Hehehe. Jadi curhat. Ya ngga pa pa dong. Ini kan catatan harianku. Suka suka aku dong yang jadi penulisnya. Yah, maklumlah setelah seharian bekerja dan lelah. Dan mengalami banyak tuntutan dan tekanan, wajar dong aku sekarang ini berbuat sesuka hatiku, tul ngga? Hehehe.

Ok, kembali ke pesta tadi.
Sampe mana ya?
Ooh… sampai semua makanan dan minuman dihidangkan.
Saat itu aku melihat ada sekelompok orang-orang di dekat tempat pelayan.
Mereka aku lihat di awal pesta datang sebagai undangan.

Hmmm…
Suatu pemandangan yang jarang aku liat nih.
Jarang ada tamu undangan yang berada di dekat tempat pelayan.
Apa yang sedang mereka perbuat di sana?

Saat aku sedang memperhatikan mereka, seorang rekan datang menghampiriku.
Dia menyampaikan kabar buruk.
Anggurnya habis!
Waduh, gawat! Pesta belum lagi menjelang selesai. Anggur sudah habis.
Apa yang harus disajikan sebagai pengganti minuman nih?
Air putih?
Bukan pesta perayaan dong namanya!
Duh, gimana nih?
Segera rekan-rekan pelayan yang lain berkumpul bersama di tempat pelayan.

Aku sudah melupakan sekelompok tamu yang ‘aneh’ tadi.
Kami berunding. Apa yang harus kami lakukan? Haruskah memberitahu pemimpin pesta? Bagaimana caranya? Jangan-jangan nanti dia marah.
Kami juga tidak tau dengan jelas kenapa kok hal seperti ini bisa terjadi.
Apakah itu dikarenakan memang persediaan anggur yang diberikan sedikit?
Atau karena memang adanya kesalahan saat menyediakan anggur?
Atau jumlah tamu yang datang lebih banyak dari jumlah minuman yang disediakan?
Duh, uda deh ngga perlu dibahas penyebabnya!
Pesta terus berlangsung dan minuman harus terus disajikan.

Tapi, apa…?

Tiba-tiba seorang tamu perempuan kudengar berkata kepada seorang pria muda di sebelahnya, "Mereka kehabisan anggur."

Aduh, masalah ini sampe terdengar salah seorang tamu. Eh, bukan seorang aja. Sekelompok tamu yang tadi berada di dekat para pelayan tadi.
Bentar lagi semua tamu akan mengetahui masalahnya.
Bentar lagi semua tamu akan pulang.
Pesta berakhir dengan buruk.
Gawat!
Dan kami para pelayan, bisa jadi tidak menerima bayaran karena ada masalah seperti ini. Kami tidak melayani dengan baik. Wah wah…

Putus asa.
Teman-teman yang lain juga tampak sudah pasrah semua.
Tidak ada yang tahu harus berbuat apa.

"Lantas, apa hubungannya denganku, ibu?" jawab pria muda tadi kepada perempuan itu yang rupanya adalah ibunya. "Belum saatnya bagiku."

Aku ngga seberapa paham apa yang mereka bicarakan. Tapi yang jelas, kata-kata pria muda itu benar. Apa hubungannya dengan dirinya? Anggur yang habis. Dia seorang tamu yang harusnya menikmati pesta perkawinan ini. Lagipula apa yang bisa dilakukannya?

Kemudian Sang Ibu datang menghampiri kami dan berkata, "Lakukanlah seperti yang dia katakan kepadamu."

Hah?
Memangnya apa hubungan ibu ini dengan pesta ini?
Apakah ibu ini bukan sekedar tamu?
Jangan-jangan ibu ini masih kerabat dengan mempelai?
Kerabat memperlai pria atau wanita?
Kenapa ibu ini menyuruh kami demikian?
Kenapa menyuruh kami melakukan yang akan dikatakan pria muda itu?

Di dekat kami ada 6 tempat air yang biasanya digunakan untuk air pembasuhan kaki.
Kira-kira 75-115 liter banyaknya.
Kemudian pria itu berkata, "Isilah sampai penuh."

Yah, karena kami sudah putus asa.
Tidak melihat adanya jalan keluar lain.
Kami menurut saja.
Mungkin dengan membasuh kaki para tamu dengan air yang disuruh pria muda ini maka para tamu tidak akan terlalu marah.
Ikuti saja apa yang dia katakan.
Demikian ibu tadi berkata kepada kami.

Memang aku tidak melihat adanya tanda-tanda kemabukan dalam diri mereka.
Jadi mungkin itu pula yang membuat kami semua melakukan persis seperti yang mereka katakan kepada kami.
Bukan main-main gitu lho!
Mereka serius dan aku juga merasakan adanya keinginan untuk membantu kami keluar dari masalah yang kami hadapi.

Keenam tempat air itu kami isi penuh-penuh.
Persis seperti yang dikatakan pemuda itu.
Pemuda yang berbadan besar dan tampak penuh belas kasih.

"Bawalah kepada pemimpin pesta."

Hah?
Buat apa air putih dibawa ke pemimpin pesta?
Disuru mencicip? Aneh.
Di mana-mana air putih sama dong rasanya.

Ya sudah. Tadi dikatakan untuk menuruti apa yang dia katakan.

Saat pemimpin pesta mencicip air tersebut.
Reaksinya cukup aneh. Dia malah memanggil mempelai pria.
Dia berkata kepada mempelai pria, "Biasanya orang menghidangkan anggur yang baik dulu, baru kemudian setelah semua tamu setengah mabuk, dihidangkanlah anggur yang tidak seberapa baik kualitasnya. Tetapi kamu tetap menghidangkan anggur yang baik hingga saat ini."
Apa yang pemimpin pesta bicarakan?
Anggur?
Bukannya tadi air yang kita bawa kepadanya?
Jangan-jangan pemimpin pesta udah mabok tu.

Namun setelah kami perhatikan lebih lagi air yang ada di dalam keenam tempat tadi, semuanya sudah berubah menjadi anggur!
Anggur yang baik. Seperti yang dikatakan pemimpin pesta tadi!
Wah, kejadian apa ini?
Wah, siapa orang-orang ini?
Siapa ibu ini?
Siapa pemuda ini?

Bagaimana mereka melakukannya?
Ajaib!

Aku terkagum-kagum.
Lega karena sekarang para tamu akan pulang dalam keadaan senang.
Pesta berakhir dengan baik.
Semuanya karena ibu dan pemuda ini.

Dan rupanya juga karena kami yang awalnya ragu-ragu dan putus asa menuruti apa yang mereka katakan kepada kami untuk perbuat.

Coba kalau tadi kami tidak menuruti apa yang mereka katakan.
Yang memang sih kalau sekarang dipikir-pikir bener-bener aneh.
Tapi saat itu kondisi kami semua bener-bener udah ngga tau harus berbuat apalagi.

Coba kalau tadi kami menemukan ide.
Sangat mungkin pesta perkawinan tidak akan berakhir dengan baik.
Yah, siapa yang tahu?

——————————————————————-Kana, Galilea.

Demikian catatan harian dari seorang pelayan di Kana, Galilea.
Tempat Yesus merubah air menjadi anggur.

Jesus Changes Water into Wine

    1 On the third day a wedding took place at Cana in Galilee. Jesus’ mother was there,  2 and Jesus and his disciples had also been invited to the wedding.  3 When the wine was gone, Jesus’ mother said to him, "They have no more wine."

    4 "Woman, [a] why do you involve me?" Jesus replied. "My hour has not yet come."

    5 His mother said to the servants, "Do whatever he tells you."

    6
Nearby stood six stone water jars, the kind used by the Jews for
ceremonial washing, each holding from twenty to thirty gallons. [b]

    7 Jesus said to the servants, "Fill the jars with water"; so they filled them to the brim.

    8 Then he told them, "Now draw some out and take it to the master of the banquet."

    They did so,  9
and the master of the banquet tasted the water that had been turned
into wine. He did not realize where it had come from, though the
servants who had drawn the water knew. Then he called the bridegroom
aside 10 and said, "Everyone brings out
the choice wine first and then the cheaper wine after the guests have
had too much to drink; but you have saved the best till now."

    11
What Jesus did here in Cana of Galilee was the first of the signs
through which he revealed his glory; and his disciples put their faith
in him.

   
Footnotes:

  1. John 2:4  The Greek for

    Woman

    does not denote any disrespect.

  2. John 2:6  Or from about 75 to about 115 liters

Today’s New International Version®
International Bible Society
© Copyright 2001, 2005

Belajar dari apa yang pelayan-pelayan itu rasakan,
sering kita merasakan hal yang sama yang mereka rasakan.

Ada kalanya kita merasa tidak dihargai saat melakukan tugas pelayanan kita.
Namun, kembali lagi kepada posisi kita.
Kita hanyalah pelayan. Siapa yang layak dipuji apabila sebuah pesta berlangsung dengan baik?
Tentunya bukan pelayan yang berada di urutan pertama sebagai penerima pujian!
Tuan rumah. Sosok yang mempekerjakan kita, para pelayan.

Nah, saat kita melakukan tugas pelayanan kita, siapa yang layak menerima pujian terlebih dahulu? Sosok yang kita layani, tentu saja! Bukan diri kita.

Kemudian satu hal lagi yang aku pelajari,
saat kita merasa putus asa, tak tahu harus berbuat apa,
sering kali kita turuti apa aja kata orang.
Entah itu benar atau salah.
Dalam hal ini, para pelayan tadi mendengarkan dan menuruti apa kata Yesus.
Dan semuanya boleh berakhir dengan baik.
Namun apa jadinya bila mereka menuruti apa kata tamu yang lain?
Siapa yang tahu?

Kita harus tetap kritis.
Kembali kepada apa yang Tuhan katakan.
Walau kadang apa yang Tuhan ingin kita lakukan adalah sesuatu yang ‘aneh’ sekalipun.
Kita harus taat. "Apa yang Dia katakan kepadamu, buatlah itu!"

Bukan hal yang mudah, tentu saja!

Selamat berjuang!

Segala pujian dan hormat dan kemuliaan hanya bagi Tuhan!

Hidup yang Tergesa-gesa

April 13th, 2007

Seperti inikah gambaran hidup kita?

Hidup yang tergesa-gesa?

 

Kemaren malem waktu doa malem kita diajak sharing tentang
hal ini.

Saat merenungkan dan menjawab setiap bagiannya ternyata aku
berkesimpulan kalau hidupku ini termasuk sebagai hidup yang tergesa-gesa.

 

Thanks to Andri yang udah mau membagikan sebagian dari
pengetahuan dan pengalamannya ^^ bener-bener udah jadi berkat buat aku. Hari
ini udah aku praktekin sedikit hehehe.

Susah

emang. Palagi hari ini tight schedule :p

 

Berikut ini sebagian dari “sumber” yang dibawain Andri
kemaren (aku lupa judul bukunya, ndri, please tambahi ya, sekalian sama
pengarangnya hehehe):

 

Ketergesaan adalah musuh besar kehidupan rohani jaman ini.

Ketergesaan bisa merusak jiwa kita.

 

“Ketergesaan bukan berasal dari setan; ketergesaan itu setan,”
tulis Carl Jung (aku ndak tau sapa ini ^^ hehehe).

 

Bahaya terbesarnya bukan kita akan menyangkal iman kita.

Tapi perhatian kita jadi mudah teralih,

Selalu tergesa-gesa,

Dan sibuk memikirkan hal lain

Sampai kita menerima versi iman yang sedang-sedang saja.

 

Kita hanya menyusuri permukaan hidup kita,

Bukannya benar-benar menyelam ke dalamnya.

 

Salah satu ilusi besar dalam jaman kita adalah:

Dengan bercepat-cepat,

Kita akan memiliki lebih banyak waktu.

 

Semakin banyak tawaran ‘percepatan’ di jaman kita, misal:

Shampoo yang dirancang sudah digabungkan dengan conditioner,
jadi kita tak perlu berulang kali membilas rambut kita.

Makanan cepat saji
atau Fast Food.

Bahkan sekarang sudah banyak ditawarkan adanya jasa Drive
Thru yang memungkinkan orang memesan makanan dari mobil dan langsung memakannya
(juga di dalam mobil).

 

Kita coba tengok Yesus.

 

Banyak sekali yang Yesus lakukan,

Tapi

Ia

tidak pernah melakukannya sedemikian
sehingga merusak hubungan antara Ia dan BapaNya.

 

Ia tidak pernah melakukannya sedemikian sehingga menganggu
kemampuanNya untuk memberi kasih ketika kasih dibutuhkan.

 

Secara teratur Yesus mengundurkan diri dari aktivitas untuk
menyendiri dan berdoa.

 

 

 

Yesus sering sibuk tetapi tidak tergesa-gesa.

 

 

 

Ketergesaan bukan jadwal yang tidak teratur.

Ketergesaan adalah hati yang tidak teratur.

 

 

 

Apakah kita termasuk orang yang tergesa-gesa?

Berikut ini beberapa gejalanya:

 

SELALU MEMPERCEPAT AKTIVITAS SEHARI-HARI

- dihantui ketakutan tidak adanya cukup waktu

- membaca lebih cepat

- berbicara lebih cepat

- mengangguk lebih cepat, supaya lawan bicara kita
mempercepat pembicaraannya

- gelisah ketika menunggu

 

KERJA SIMULTAN

Melakukan dan memikirkan lebih dari satu hal sekaligus.

Misalnya: saat mengemudi, makan, minum kopi, mendengar
radio, berbicara lewat telepon genggam, dan mengepalkan tinju ke pengemudi lain
^^ -semuanya pada saat yang bersamaan.

 

PENUH BARANG TIDAK BERGUNA

Membeli setumpuk buku dan majalah lalu merasa bersalah
karena tidak membacanya, atau

Membeli perkakas tetapi tidak membaca buku petunjuknya

Janji-janji yang kelupaan

Tanggal-tanggal perayaan penting, misal: ultah teman dekat

 

SUPERFISIALITAS

Lincoln

membaca lebih sedikit dan berpikir lebih banyak daripada siapapun di Amerika,”
William Herndon (biographer Abraham Lincoln).

 

Karena terlalu banyak sumber informasi kita telah menukar
kedalaman untuk keluasan.

Kita menginginkan kedewasaan instant.

 

KETIDAK-MAMPUAN MENGASIHI

Berkurangnya kapasitas mengasihi.

 

Kasih selalu membutuhkan waktu.

Waktu adalah satu hal yang tidak dimiliki orang yang
tergesa-gesa.

 

 

Karena membunuh kasih maka ketergesaan adalah musuh besar
bagi kehidupan rohani.

 

 

Bagaimana kehidupan kita saat ini?

Apakah kita sedang tergesa-gesa?

Apakah setelah membaca tulisan ini dengan tergesa-gesa?

Sekilas saja.

Tidak merenungkannya.

Tidak ada waktu untuk merefleksikannya dalam hidup kita.

 

 

Penyakit ketergesaan ini dapat disembuhkan.

Lewat latihan.

 

MENGURANGI KECEPATAN

Sengaja memilih untuk menempatkan diri kita dalam posisi di
mana kita harus menunggu.

 

Misalnya:

- saat mengemudi pilih jalur yang lebih lambat

- puasa membunyikan klakson

- makanlah perlahan-lahan

- cari antrian yang paling panjang, biarkan satu orang
mendahului kita

 

Intinya, secara sengaja memilih menunggu.

Tentu saja dengan dibarengi penyerahan diri kepada Tuhan,
bahwa kita percaya Tuhan akan memimpin dan yang membuat segala sesuatunya
mungkin sehingga kita dapat menyelesaikan apa yang harus kita selesaikan.

 

MENYENDIRI

Yesus sering melakukannya.

Ia mengawali dan mengakhiri pelayananNya dengan menyendiri.

 

Yesus pergi ke gurun sepi untuk berdoa dan berpuasa di awal
pelayanannya.

Yesus menyendiri ketika mendengar kematian Yohanes
Pembaptis.

Ketika

Ia

akan memilih murid-muridNya.

Setelah

Ia

menyembuhkan orang sakit kusta.

Setelah para pengikutNya terjun ke pelayanan.

Yesus menyendiri berdoa di Taman Getsemani –akhir pelayananNya
di dunia.

 

Menyendiri adalah untuk tidak melakukan sesuatu.

 

EVALUASI HARI BERSAMA TUHAN

  1. Diam
         beberapa saat dan tenangkan pikiran.
  2. Akui
         kehadiran Yesus.

    Mintalah

          

    Ia

    untuk mengajar kita.

  3. Telusuri
         hari kita sejak bangun tidur.
  4. Teruskan
         dengan kejadian sepanjang hari. Berbicaralah langsung dengan Tuhan tentang
         segalanya. Mungkin kita akan tergugah untuk mendoakan orang-orang yang
         berinteraksi dengan kita sepanjang hari itu.
  5. Akhiri
         dengan ucapan syukur atas kebaikan dan kasih Tuhan. Minta Tuhan
         menyegarkan diri kita selama kita beristirahat.

 

 

Selamat mencoba ^^

 

Segala pujian dan kemuliaan dan hormat hanya bagi Tuhan!

Mengapa Kita Mandi?

April 11th, 2007

Wuah!
Hari ini kota surabaya serasa mendidih!!!
Yang jelas aku hari ini mandi keringet dah 3 kali lebih.
Gile. Sampe baju rasae dah kuyup. Astagaaaa.

Sekarang uda mandi. Enakan.
Ngadem n alim di kamar ^^
Tunggu diapeli. Hihihi.

Yah, benernya buat apa sih kita mandi?
Mengapa kita harus mandi?

http://id.wikipedia.org/wiki/Mandi

Saat tubuh kita mengeluarkan keringat, itulah saat kita bersyukur.
Bersyukur karena tubuh kita masih berfungsi dengan baik untuk mengeluarkan zat-zat yang tidak diperlukan tubuh. Bayangkan apabila tubuh kita kehilangan fungsi mengeluarkan zat-zat yang tak berguna bagi tubuh. Apabila zat-zat tak berguna itu menetap di dalam tubuh bisa terjadi hal-hal yang mengganggu fungsi-fungsi lainnya (lama-lama kok kayak pelajaran biologi gini hihihihi).

Nah, cairan yang sudah dikeluarkan tubuh yang berupa keringat akan berada di lapisan terluar tubuh kita, yakni kulit (bahasae ko suki ^^ hehehe).
Dan dibersihkan dengan mandi.

Kalau dipikir2, saat-saat mandi secara jasmani sangat diperlukan, ya?
Lalu bagaimana dengan mandi rohani?

Perlukah kita mandi rohani?
Membersihkan hal-hal yang tak perlu, yang sudah dibuang oleh ‘tubuh’ rohani kita?
Kayaknya perlu, ya.

Caranya?
Yah, mari kita pikirkan bersama ^^
Gudluck

http://www.createdbyhislove.blogspot.com

Daun

April 8th, 2007

Saat keadaan menghimpit
Saat situasi menekan
Saat udara terasa sulit dihirup

Pandanglah sekitar
Daun-daun yang hijau
Ragam warna hijaunya
Kekuningan
Kecoklatan
Hijau tua
Hijau muda

Perhatikan dengan seksama
Lembar demi lembar
Permukaannya
Pola yang tergambar di atasnya
Batang demi batang
Pucuk demi pucuk

Tengoklah PenciptaNya
Renungkan ketelatenanNya
Rasakan kelembutanNya
Dengarkan bisik sapaNya

Gemerisik daun-daun
Menyampaikan ketenangan
Menyatakan kehadiranNya
Menunjukkan penyertaanNya

Sang Pencipta alam semesta berada dekat

Setiap lembar daun diperhatikanNya
Sekalipun daun itu kisut dan kering
Kemudian gugur dan jatuh ke tanah
Namun daun yang baru segera tumbuh

Hijau nya daun akan berganti
Kering kemudian gugur
Namun selalu ada harap menanti
Akan munculnya daun yang baru

Sesuatu yang baik terjadi
Yang baru akan datang
Pertumbuhan akan selalu ada

Jangan berharap hanya kepada hasil yang lebih baik,
berharaplah pada penyertaan Tuhan yang tiada akhir.

Tetaplah berharap hanya kepada Sang Pencipta!