Delapan tahun lalu…
THE POTTER’s HAND
Beautiful Lord, wonderful Savior
I know for sure, all of my days are
Held in Your hand
Crafted into Your perfect plan
You gently call me
Into your presence
Guiding my by Your Holy Spirit
Teach me dear Lord
To live all of my life
Through Your eyes
I’m captured by
Your Holy calling
Set me apart
I know You’re drawing
Me to Yourself
Lead me Lord I pray
Take me, mould me
Use me, fill me
I give my lofe to the Potter’s hand
Call me, guide me
Lead me, walk beside me
I give my life to the Potter’s hand
words and musics by Darlene Zschech (c) 1997
Denger lagu ini pertama kali di kaset Touching Heaven Changing Earth. Jaman dulu masih SMU (kalo ngga salah inget hehehe). Pas itu sering banget nyanyiin lagu ini. Sore2 naek ke genteng rumah trus nyanyi keras-keras… hahaha… asyik banget tapi rasanya… hehehe jadi kangen… tadi perjalanan pulang dengerin di mobil (kali ini kaset Ultimate Worship)… denger lagi lagu ini… hehehe jadi kembali ke memori masa lalu nih… hehehe.
Sore abis pulang sekolah. Nganggur nganggur, naek ke genteng. Duduk di atas genteng. Dulu kalo fei2 dateng sering maen2 di genteng berdua hahaha… macem2 tuh maennya… dari cuman duduk di genteng ngobrol sana sini sampe maen bubble dari air sabun hahaha…
Dari atas genteng rumah isa ngeliat gereja blenduk (yang merupakan salah satu asset bersejarah kota semarang). Posisinya bagus banget. Sampe di semester kedua kuliah (kalo ngga salah) di mata kuliah fotografi aku foto greja itu. Apik looo (bangga boleh kan?) palagi modelnya mamaku dewe. Hehehe. Latar belakang greja blenduk. Sip tenan. Depth of field yang sempurnaaaa!!!
Yeah, lagu ini hari ini kembali aku denger lagi, aku nyanyiin lagi. Jadi keinget betapa Tuhan udah sabaaarrr banget ngadepi aku. Persis apa yang dibilang di lagu ini. Bayangin aja… sudah lebih dari 8 tahun.
walk beside me
Dan hari ke hari sampe saat ini Tuhan selalu dekat dengan aku…
walo sering kali aku ngga nyadar kalo Dia selalu hadir.
I know You’re drawing me to Yourself
Tiap kali aku mau menjauh…
Tuhan yang selalu tarik aku.
How grateful I am
knowing You as my wonderful savior
A perfect plan You’ve crafted
Gently and perfectly
for my blessed life I live
Though I’m apart
You’ve never been hesitate
never been late
drawing me near
to Yourself
Thank you so much, dear Lord
Uncategorized | Comment (1)Created and Produced by God
Tadi sore ada pemandangan menarik di depan rumah.
Ada sekumpulan orang yang tampak sedang dalam aktivitas pengambilan gambar sebuah film.
Film nya sendiri tentang apa aku ngga ngeliatin.
Yang jelas di sana keliatan banget kalo sie perlengkapan begitu repotnya.
Banyak banget persiapan yang dilakuin sebelum shooting itu dimulai.
Mulai dari siap2 untuk hujan buatan.
Sampe ndatengin mobil pemadam kebakaran tuh.
Belum lagi payung2 buat kameraman. Ngga lucu kan kalo kamera nya yang keujanan hahaha.
Trus juga mbuat tenda-tenda tuh. Trus masih ada beberapa polisi lalin yang musti jagain
ketertiban lalin. Kan orang-orang yang lewat jadi pada tertarik tuh, pengen tau ada apa.
Walhasil yah pengguna jalan yang lewat jadi mengurangi kecepatan kendaraan masing-masing tuh.
Kadang-kadang dalam sebuah kepanitian yang mempersiapkan sebuah event akan terjadi kesibukan yang sama.
Terjadi kehebohan yang sama.
Segitu banyak pekerjaan yang dilakukan.
Masing-masing anggota panitia memiliki perannya masing2.
Ada yang menjadi sutradara, mengarahkan kru nya untuk berbuat ini dan itu.
Ada yang menjadi kameramen, mencatat semua adegan yang terjadi sesuai dengan script.
Ada yang menjadi pengarah cahaya, mengatur arah cahaya di lokasi shooting.
Ada yang menjadi pemain, memerankan peran sesuai dengan script.
Ada yang menjadi perlengkapan, walau di belakang layar tapi menjadi yang paling sibuk dan paling pusing.
Dan masih banyak lagi peran-peran yang laen.
Bila salah satu dari elemen tersebut ngga ngejalanin perannya dengan baek maka proses shooting itu ngga bisa berjalan dengan baek.
Segala sesuatunya harus dijalanin bersama.
Kudu kompak.
Perasaan yang terjadi bila semuanya udah selesai?
Seneng bersama. Apalagi kalo ntar pemirsa yang ngeliat hasil shooting seneng ngeliat hasil jerih lelah bersama.
Suatu perasaan kebersamaan akan muncul. Ngerasa udah nyelesaiin satu proyek dengan baek,
membuat orang laen seneng dengan apa yang udah dikerjakan bersama.
Dan tau ngga, kalau Tuhan ternyata sedang membuat sebuah filem.
Dengan Dia sebagai sutradara (sekaligus produser) dan kita semua adalah para pemain, kameramen, pengatur cahaya dll.
Hidup ini adalah panggung sandiwara kata salah seorang penyanyi senior indonesia.
Kalo dipikir2 kita hidup di dunia ini emang kita sedang membuat filem.
Directed and produced by God, setuju kan?
Gimana kita bisa menjaga hubungan dengan rekan-rekan satu kru,
Gimana kita bisa mengerjakan instruksi Sang Sutradara dengan tepat,
Gimana kita mempersiapkan segala sesuatunya sesuai dengan waktu,
semuanya akan mempengaruhi bagaimana hasil filem yang kita buat.
Sang Sutradara akan mengarahkan kita bila kita berbuat salah.
Bila kita teledor dengan tugas kita.
Sang Sutradara akan menegur, membentak bahkan bisa pula memarahi kita bila kita emang ngga bisa dikasi tau. Hehehe.
Selebihnya terserah kita. Kita mau mendengar teguran tsb, mau nggak menghiraukannya, terserah kepada kita.
Namun satu hal yang perlu diingat, Sang Sutradara selaku Produser memiliki wewenang dong untuk tetap mempertahankan anggota kru atau mengeluarkannya.
Karena dianggap anggota kru nya itu sudah ngga bisa diatur lagi, ngga taat terhadap arahan Sang Sutradara.
Kalo udah ngga bisa diatur lagi buat apa dipertahankan?
Bukannya malahan bakal mengganggu jalannya produksi filem tersebut?
Mengganggu kerja anggota kru yang laen?
Yang mau sungguh-sungguh taat kepada arahan Sang Sutradara?
"Akulah pokok anggur yang benar dab Bapa-Kulah pengusahanya.
Setiap ranting yang ada padaKu yang tidak berbuah, dipotongNya
setiap ranting yang berbuah, dibersihkanNya,
supaya ia lebih banyak berbuah." (Yohanes 15:1-2)
Sulit yang pasti untuk bisa menjadi anggota kru yang taat.
Nggak gampang.
Sering kali anggota kru ngerasa pengambilan gambar yang dilakukan kurang bagus.
Kurag gini kurang gitu.
Lebih bagus kalo gini lebih keren kalo gitu.
Masing-masing memiliki sudut pandang yang berbeda.
Namun Sang Sutradara lah yang memegang script.
Sang Sutradara yang mengetahui dan berpengalaman serta memahami dengan benar,
proses pengambilan gambar yang seperti apa yang harus terjadi.
Kadang sebuah adegan harus diambil berulang-ulang.
Karena suatu alasan Sang Sutradara kurang puas dengan hasilnya.
Para anggota kru mulai menggerutu karena bosan dan mulai capek.
Bisa jadi ini merupakan bagian dari proses pembersihan ranting itu tadi.
Yah, semoga kita semua bisa menjadi anggota kru Sang Sutradara yang kompak terus.
Yang taat dan setia pada arahanNya.
Ngga bosen-bosen untuk selalu menanti arahan dariNya.
Senantiasa melakukan proses pengambilan gambar yang sesuai dengan kemauan Sang Sutradara.
Nah, sudah siapkah kita melanjutkan proses pengambilan gambar untuk adegan berikutnya?
Have a blessed directed day by God.
Uncategorized | Comment (0)Ally McBeal
Jangan sia-siakan PengorbananNya
Saya suka menonton serial Ally McBeal, dan dalam salah satu episode-nya
diceritakan seorang gadis remaja yang hanya punya waktu 6 minggu untuk
hidup karena masalah jantung.
Serena, nama gadis itu, memiliki seorang ayah yang dipenjara seumur hidup
karena terbukti membunuh istrinya sendiri — tentunya ibu dari Serena.
Tetapi sekarang, hanya jantung sang ayah yang bisa memberi harapan pada
Serena untuk tetap hidup.
Yang menjadi kendala adalah masalah hukum. Hukum negara bagian di mana
mereka tinggal tidak mengijinkan hal-hal semacam suntik mati, dll, apalagi
"membunuh" seorang manusia untuk menyelamatkan manusia lainnya.
Pengacara
Serena (dari badan hukum di mana Ally bekerja) mengajukan arguman:
Sederhana saja. Si ayah tidak memiliki masa depan. Dia akan menghabiskan
seluruh hidupnya di penjara. Dia rela memberikan jantungnya kepada
anaknya. Si anak masih remaja. Masa depannya masih panjang. Jadi, biarkan
Serena hidup dengan jantung ayahnya…. Ini bukan pembunuhan. Ini adalah
masalah seorang ayah ingin menolong anaknya.
Pengacara negara menolak hal tersebut. Kalau satu diijinkan, nanti semua
narapidana di penjara berbondong-bondong menjadi donor organ tubuh untuk
si anu dan si anu, dengan harapan mereka bisa luput dari hukuman atas
kejahatan mereka, dengan harapan mereka bisa menjadi pahlawan kesiangan!
Lagipula, siapakah kita sehingga kita berpikir bisa menentukan hidup siapa
yang lebih berharga?
Jadi, dilihat dari sisi manapun, ini adalah pembunuhan. Dan ini besar
efeknya pada masa depan hukum. Hakim bingung. Sidang pendahuluan ditunda.
Penonton penasaran. Adegan berikut menunjukkan wajah Serena dan
pengacaranya yang sedih dan kebingungan. Si ayah melarikan diri dalam
perjalanan menuju pengadilan lanjutan. Semua menduga hal ini sudah
direncanakan sebelumnya. Serena sedih dan sakit hati. "Dia adalah pembunuh
ibuku! Alangkah tololnya aku, mau percaya bahwa ia bersedia menolong aku
untuk tetap hidup…" Pengacara terdiam. Tidak tahu harus berkomentar apa.
Tiba-tiba hand-phone si pengacara berbunyi. Dari rumah sakit. Ayah Serena
pergi ke rumah sakit dan menyodorkan kartu donor-nya, dan kemudian…
menembak dirinya sendiri dengan pistol. Tidak ingin mengambil resiko kalah
di pengadilan, si ayah memutuskan mengakhiri hidupnya sendiri. Rumah sakit
mendesak Serena untuk segera datang agar
operasi bisa segera dilakukan.
Jantung ayahnya menunggu, dan tidak bisa menunggu lama. Di atas ranjang
operasi,
Serena ragu-ragu. Rasa bersalah menyelimutinya. Haruskah aku melakukan
ini? tanyanya pada semua yang hadir di ruangan. Ini jantung ayahku… dan
ia menembak mati dirinya sendiri….
Semua buru-buru menasehatinya. "Jangan membuat pengorbanannya
sia-sia."
"Kalian kan
sudah sepakat dari awal. Hanya saja kita tidak menduga caranya
akan seperti ini…" dll dll.
Tapi adalah satu kalimat yang membuat Serena akhirnya mau dioperasi.
"Serena, your father faced death… so you won’t have to." Serena,
ayahmu
memilih untuk menghadapi kematian … agar kamu tidak perlu mati.
Saya menangis bukan hanya karena episode tersebut begitu mengharukan,
tetapi karena saya sadar bahwa jantung saya hari ini masih berdetak semata
karena ada Satu yang menghadapi maut…. agar saya tidak perlu mati karena
dosa-dosa yang saya perbuat.
Namanya adalah Yesus. "Hey, do you not know? Your Father faced death, so
you won’t have to!" Tahukah kamu? Bapa-mu menghadapi maut, supaya kamu
boleh tetap hidup!
"Karena begitu besar kasih Bapa akan dunia ini, sehingga Ia telah
mengaruniakan Anak-Nya yang tunggal, supaya setiap orang yang percaya
kepada-Nya tidak binasa, melainkan beroleh hidup yang kekal."
taken from email sent by: jessika@id.relacom.com
Uncategorized | Comment (1)Am I far from God?
Ini Hari Minggu kedua aku ngga kebaktian.
Ehm… rasae sedikit aneh.
Tapi kalo mau jujur sih, perasaan kangen itu malah ngga sebanyak Minggu lalu.
Takut sih… jangan-jangan aku mulai jauh dari Tuhan?
But thank God bacaan kemaren malem mbuat aku penasaran tingkat tinggi.
Akhirnya barusan aku coba-coba belajar mendalami bacaan kemaren malem.
Bacaan kemaren dari Bilangan 22.
Hal yang menarik ada di ayat 20-35.
Tapi musti baca keseluruhan dulu sebelum isa ngerasa ada hal yang ‘janggal’.
Bagian ini mengisahkan tentang Bileam.
Aku coba cerita kisah singkatnya.
Pada saat itu Israel baru saja mengalahkan bangsa Amori.
Trus Israel pigi ke Moab.
Nah, Raja yang sedang bertahta saat itu adalah Balak bin Zipora.
Wuih… Balak ini ngeri, ngeliat Israel yang banyaknya sampe nutupi permukaan bumi.
Balak juga ngeliat gimana Israel mengalahkan Amori.
Trus Balak mengirim utusan ke Bileam.
Maunya nih Bileam disuru mengutuk Israel.
Soalnya Bileam ini terkenal sebagai tukang tenung:
siapa yang diberkati akan beroleh berkat, yang dikutuk akan beroleh kutuk (ayat 6-7).
Trus utusan-utusan Balak pun berangkatlah menemui Bileam.
Setelah pesan Balak disampaikan ke Bileam,
Bileam minta semalem buat cari tahu apa yang Tuhan mau.
Pada malem harinya Tuhan datang kepada Bileam.
Setelah bincang-bincang dengan Tuhan, jawabannya: Tuhan ngga kasi ijin buat
Bileam berangkat bersama utusan Balak (ayat 8-12).
Akhirnya utusan Balak kembali dan menyampaikan jawaban Bileam.
Balak ngga nyerah. Diutus kembali utusannya yang kali ini
jumlahnya lebih banyak, dan jabatannya lebih tinggi lagi.
Plus tawaran ‘bayaran’ yang lebih gede lagii.
Nah, lho! Sapa yang ngga tergiur?
Didatengin orang-orang penting. Banyak pula.
Plus dengan bayaran yang sangat lebih banyakkk.
Lagian yang dilakuin ngga susah-susah amat.
Kan emang udah jadi mata pencaharian sehari-hari tuh.
Namun yang aku salut nih, jawab Bileam di ayat 18:
"Sekalipun Balak memberikan kepadaku emas dan perak seistana penuh,
aku tidak akan sanggup berbuat sesuatu,
yang kecil atau yang besar, yang melanggar titah Tuhan Allahku."
Selanjtunya Bileam minta waktu semalem buat menanyakan kepada Tuhan.
Akhirnya Tuhan menyuruh Bileam ikut dengan para utusan Balak.
Lihat ayat 20. Baca baek2. Bener kan? Tuhan menyuruh Bileam ikut?
Nah, bagian yang sangat menarik bagiku:
Di ayat 21 Bileam pergi, sesuai dengan yang Tuhan perintahkan.
Namun di ayat 22 murka Allah bangkit.
Nah, bingung yah?
Di bagian ini seakan-akan Allah nggak konsekuen dengan perkataanNya sendiri.
Namun setelah aku pikir2 mungkin gini:
Allah udah ngeliat adanya perubahan motivasi Bileam.
Pergeseran motivasi terjadi (baca 2Petrus 2:15-16).
Akhirnya Tuhan mengirimkan MalaikatNya untuk menegur Bileam.
Sampe tiga kali Malaikat Tuhan menghadang jalan Bileam.
Namun tiga kali pula keledai tumpangan Bileam berusaha menghindari Malaikat Tuhan.
Bila keledai Bileam tidak menghindar, maka bisa dipastikan Bileam sudah mati.
Malaikat Tuhan tersebut menghadang dengan pedang terhunus.
Tiga kali di sini menunjukkan kekurangpekaan Bileam.
Bisa jadi kekurangpekaan Bileam disebabkan oleh adanya ‘upah yang sangat banyak’ itu tadi.
Setelah akhirnya Bileam dibukakan penglihatannya.
Dan melihat Malaikat Tuhan, Bileam sadar (ayat 34).
Bileam mengaku dosa dan mau pulang saja.
Namun di ayat 35 Malaikat Tuhan menyuruh Bileam untuk meneruskan perjalanannya.
Akan tetapi dengan sekali lagi peringatan disampaikan kepada Bileam.
Agar Bileam mengatakan apa yang Tuhan katakan.
Hal ini merupakan pengulangan dari ayat 20.
Nah, apakah Bileam sanggup melakukan yang Tuhan inginkan?
Kita nantikan episode berikutnya.
Hahahaha kayak sandiwara radio aja yah.
Kalo ngga sabar nunggu ya baca aja sendiri Bilangan 23 dst.
Aku bersyukur buat hari ini.
Buat Tuhan masih kasi sense ‘penasaran’ yang akhirnya
mendorong aku buat belajar firman dengan lebih dalem lagi.
Bersyukur buat Roh Kudus yang udah pimpin sehingga bisa
dapet hikmat pengenalan yang lebih lagi akan Tuhan Allah.
Kalo ngga ada Roh Kudus bisa-bisa tafsirannya jadi sesat dong. Hehehe.
Yah moga-moga aja yang aku share kan di sini bisa memberkati kita semua
Interesting Thing Today
Kejadian menarik hari ini:
Tadi pas nyuci2 piring dan kawan-kawannya mama tau2 dateng berdiri di belakangku dan
dengan nyantai mbuka bajuku. Wow! Kaget oi! Ngga nyangka lagi.
Ngga usah mikir macem2 dulu. Mbuka baju cuman ngintip doang… bukane mbukakkkakk!!
Isa syok ntar gue hahahaha. Gitu aja udah cukup syok yah.
Ternyata mama ngeliat punggungku gimana.
Udah bersih dari totol or belum. Hehehe.
Dikhawatirkan tuh punggung. Soalnya tiap pagi n malem dikasi salep ama mama.
Kan kalo aku kasi sendiri kurang meyakinkan. Ada daerah2 yang ngga terjangkau dengan optimal.
Wuihhh bahasaneee hahahaha.
Pelajaran yang diambil:
Sering kali dalam hidup ini kita ngalamin kejadian2 kayak tadi.
Mengagetkan.
Ngga terduga.
Tak terkira.
Untuk sesaat ngerasa syok.
Sekian waktu ngga tau maksude apa.
Unexpected thing happens.
Namun akhirnya setelah waktu berjalan terus kita bisa memahami maksud Tuhan.
Walo sering kali kudu tunggu waktu berjalan-jalan sampe lamaaa baru isa paham.
Atau bahkan ngga pernah bisa paham.
Yang jelas kayak kejadian tadi, aku cuman isa percaya apa yang mama bilang.
"Yang kecil-kecil udah mulai nutup semua lukae."
Mama bilang ada progress yang baek yang terjadi.
Aku percaya.
Aku sendiri ngga seberapa isa ngeliat dengan jelas walo lewat kaca.
Kalo mama kasi salep pun sik sering kerasa sakit.
Aku pengen hubunganku ama Tuhan isa kayak gitu.
Tuhan bilang "Yang terbaek kusediakan bagimu."
Aku percaya. Walo sering kali masih ngerasa sakit.
Walo kadang Tuhan ‘ngagetin’ hehehe.
Sering pula mencengangkan.
Unexpected banget.
Tapi biarlah dengan adanya rasa sakit dan segala perasaan
yang kualami bisa membuat aku makin bertumbuh
dan berserah sepenuhnya kepada Tuhan.
That’s what I’ve learned today.
May God bless you and me ^-^
Lessons of Life
Pelajaran Penting ke-1:
Pada bulan ke-2 diawal kuliah saya, seorang profesor memberikan quiz
mendadak pada kami. Karena kebetulan cukup menyimak semua
kuliah-kuliahnya,saya cukup cepat menyelesaikan soal-soal quiz, sampai pada
soal yang terakhir. Isi soal terakhir ini adalah : Siapa nama depan wanita
yang menjadi petugas pembersih sekolah ?
Saya yakin soal ini cuma "bercanda". Saya sering melihat perempuan ini.
Tinggi, berambut gelap dan berusia sekitar 50-an, tapi bagaimana saya tahu
nama depannya…? Saya kumpulkan saja kertas ujian saya, tentu saja dengan
jawaban soal terakhir kosong. Sebelum kelas usai, seorang rekan bertanya
pada Profesor itu, mengenai soal terakhir akan "dihitung" atau tidak..
"Tentu Saja Dihitung !!" kata si Profesor. "Pada perjalanan karirmu, kamu
akan ke temu banyak orang. Semuanya penting!.
Semua harus kamu perhatikan dan pelihara, walaupun itu cuma dengan sepotong
senyuman, atau sekilas "hallo"!
Saya selalu ingat pelajaran itu. Saya kemudian tahu, bahwa nama depan ibu
pembersih sekolah adalah "Dorothy".
Pelajaran Penting ke-2 — Penumpang yang Kehujanan:
Malam itu, pukul setengah dua belas malam. Seorang wanita negro rapi yang
sudah berumur, sedang berdiri di tepi jalan tol Alabama . Ia nampak mencoba
bertahan dalam hujan yang sangat deras, yang hampir seperti badai. Mobilnya
kelihatannya lagi rusak, dan perempuan ini sangat ingin menumpang mobil.
Dalam keadaan basah kuyup, ia mencoba menghentikan setiap mobil yang lewat.
Mobil berikutnya dikendarai oleh seorang pemuda bule, dia berhenti untuk
menolong ibu ini. Kelihatannya si bule ini tidak paham akan konflik etnis
tahun 1960-an, yaitu pada saat itu. Pemuda ini akhirnya membawa si ibu
negro selamat hingga suatu tempat, untuk mendapatkan pertolongan, lalu
mencarikan si ibu ini taksi. Walaupun terlihat sangat tergesa-gesa, si ibu
tadi bertanya tentang alamat si pemuda itu, menulisnya, lalu mengucapkan
terima kasih pada si pemuda.
7 hari berlalu, dan tiba-tiba pintu rumah pemuda bule ini diketuk
seseorang. Kejutan baginya, karena yang datang ternyata kiriman sebuah
televisi set besar berwarna (1960-an!) khusus dikirim kerumahnya.Terselip
surat kecil tertempel di televisi, yang isinya adalah :"Terima kasih nak,
karena membantuku di jalan tol malam itu. Hujan tidak hanya membasahi
bajuku, tetapi juga jiwaku. Untung saja anda datang dan menolong saya.
Karena pertolongan anda, saya masih sempat untuk hadir disisi suamiku yang
sedang sekarat… hingga wafatnya". Tuhan memberkati anda,karena membantu
saya dan tidak mementingkan dirimu pada saat itu"
Tertanda Ny.Nat King Cole.
*Catatan : Nat King Cole, adalah penyanyi negro tenar thn. 60-an di USA
Pelajaran penting ke-3,
Selalulah perhatikan dan ingat, pada semua yang anda layani.
Di zaman es krim khusus (ice cream sundae) masih murah,seorang anak laki-laki
umur 10-an tahun masuk ke Coffee Shop Hotel, dan duduk di meja.
Seorang pelayan wanita menghampiri, dan memberikan air putih dihadapannya.
Anak ini kemudian bertanya "Berapa ya,… harga satu ice cream sundae?"
katanya. "50 sen…" balas si pelayan.
Si anak kemudian mengeluarkan isi sakunya dan menghitung dan mempelajari
koin-koin di kantongnya…. "Wah… Kalau ice cream yang biasa saja
berapa?" katanya lagi. Tetapi kali ini orang-orang yang duduk di meja-meja
lain sudah mulai banyak… dan pelayan ini mulai tidak sabar. "35 sen" kata
si pelayan sambil uring-uringan.
Anak ini mulai menghitungi dan mempelajari lagi koin-koin yang tadi
dikantongnya. "Bu… saya pesan yang ice cream biasa saja ya…" ujarnya.
Sang pelayan kemudian membawa ice cream tersebut, meletakkan kertas
kwitansi d i atas meja dan terus melengos berjalan..
Si anak ini kemudian makan ice-cream, bayar di kasir, dan pergi.
Ketika si pelayan wanita ini kembali untuk membersihkan meja si anak kecil
tadi, dia mulai menangis terharu. Rapi tersusun disamping piring kecilnya
yang kosong, ada 2 buah koin 10-sen dan 5 buah koin 1-sen.
Anda bisa lihat… anak kecil ini tidak bisa pesan Ice-cream Sundae, karena
tidak memiliki cukup untuk memberi sang pelayan uang tip yang "layak"
…….
Pelajaran penting ke-4 - Penghalang di Jalan
Pada jaman dahulu kala, tersebutlah seorang Raja, yang menempatkan sebuah
batu besar di tengah-tengah jalan. Raja tersebut kemudian bersembunyi,
untuk melihat apakah ada yang mau menyingkirkan batu itu dari jalan.
Beberapa pedagang terkaya yang menjadi rekanan raja tiba di tempat, untuk
berjalan melingkari batu besar tersebut. Banyak juga yang datang, kemudian
memaki-maki sang Raja, karena tidak m embersihkan jalan dari
rintangan.Tetapi tidak ada satupun yang mau melancarkan jalan dengan
menyingkirkan batu itu. Kemudian datanglah seorang petani, yang menggendong
banyak sekali sayur mayur.
Ketika semakin dekat, petani ini kemudian meletakkan dahulu bebannya, dan
mencoba memindahkan batu itu ke pinggir jalan.
Setelah banyak mendorong dan mendorong, akhirnya ia berhasil menyingkirkan
batu besar itu. Ketika si petani ingin mengangkat kembali sayurnya,
ternyata di tempat batu tadi ada kantung yang berisi banyak uang emas dan
surat Raja. Surat yang mengatakan bahwa emas ini hanya untuk orang yang mau
menyingkirkan batu tersebut dari jalan. Petani ini kemudian belajar, satu
pelajaran yang kita tidak pernah bisa mengerti. Bahwa pada dalam setiap
rintangan, tersembunyi kesempatan yang bisa dipakai untuk memperbaiki hidup
kita.
Pelajaran penting ke-5 - Memberi, ketika dibutuhkan.
Waktu itu, ketika saya masih seorang sukarelawan yang bekerja di sebuah
rumah sakit, saya berkenalan dengan seorang gadis kecil yang bernama Liz,
seorang penderita satu penyakit serius yang sangat jarang. Kesempatan
sembuh, hanya ada pada adiknya, seorang pria kecil yang berumur 5 tahun,
yang secara mujizat sembuh dari penyakit yang sama. Anak ini memiliki
antibodi yang diperlukan untuk melawan penyakit itu. Dokter kemudian mencoba
menerangkan situasi lengkap medikal tersebut ke anak kecil ini, dan bertanya
apakah ia siap memberikan darahnya kepada kakak perempuannya. Saya melihat
si kecil itu ragu-ragu sebentar, sebelum mengambil nafas panjang dan
berkata "Baiklah… Saya akan melakukan hal tersebut…. asalkan itu bisa
menyelamatkan kakakku".
Mengikuti proses tranfusi darah, si kecil ini berbaring di tempat tidur,di
samping kakaknya. Wajah sang kakak mulai memerah, tetapi wajah si kecil
mulai pucat dan senyumnya menghilang. Si kecil melihat ke dokter itu, dan
bertanya dalam suara yang bergetar…katanya "Apakah saya akan langsung
mati dokter… ?" Rupanya si kecil sedikit salah pengertian. Ia merasa,
bahwa ia harus menyerahkan semua darahnya untuk menyelamatkan jiwa
kakaknya. Lihatlah…bukankah pengertian dan sikap adalah segalanya….
Bagilah pengalaman anda yang dapat memberikan hal2 positif bagi siapa saja.
Memberi lebih baik daripada menerima.
Bekerjalah seolah anda tidak memerlukan uang,
Mencintailah seolah anda tidak pernah dikecewakan,
Menari dan menyanyilah seolah tidak ada yang menonton..
DALAM GELAPNYA MALAM, KITA JUSTRU DAPAT MELIHAT INDAHNYA BINTANG.
Kirimkan untuk orang-orang yang Anda kasihi… bahkan kalau perlu musuhmu!!
taken from email sent by su5anlim@yahoo.com
Uncategorized | Comment (0)describing it in 3 words
01. The last food you ate?
:: lemper ayam anget
02. The last drink you had?
:: jeruk murni kecuttt :p
03. The one person you love?
:: my handsome fiancee
04. The song you’re listening to?
:: there’s no song
05. The last friend you chat online?
:: my lovely cousin!!
06. The last friend you met?
:: GKI Kutisari Indah
07. The last thing you bought?
:: medicines and vitamins
08. The last thing you watch on TV?
:: metro kampus metrotv
09. The clothes you’re wearing?
:: white koala shirt
10. The last thing on your mind?
:: nasie dah mateng???
11. The last place you went to?
:: dokter lewie surayaatmadja
12. The last SMS on your cell phone?
:: anastasia aurelia julie
13. The last party you went to?
:: monex’s wedding party
14. The last person you hate?
:: i hate none
15. The last sport activity you did?
:: stretching masuk ngga?
16. The last out of town trip you had?
:: semarang kota ATLAS
17. The last room you’ve been?
:: kamar mandi pipisss
18. The one thing you can’t live without?
:: God, org2 terkasih
19. The most favorite pet you had?
:: susie amita kole-kole
20 The person who sent you this?
:: pretty Helen Pranata
Waktu adalah perubahan
Hanya dalam hitungan detik.
Dalam kejapan mata.
Banyak hal yang berubah.
Setiap helaan nafas menghantar oksigen masuk ke dalam paru-paru.
Yang diolah organ2 dalam untuk bekerja.
Darah mengalir.
Jantung berdetak.
Jari-jari bergerak.
Kaki melangkah.
Telinga menangkap suara.
Mulut berkata.
Setiap kata yang terucap membawa akibat nya tersendiri.
Ada yang menghibur.
Kadang mencela.
Acap pula menyakitkan.
Sekaligus juga menguatkan.
Seberapa jauh perubahan yang sudah terjadi dalam diriku?
Bukan waktu yang mengadakan perubahan.
Makanya kalimat yang digunakan "Waktu adalah perubahan."
Bukannya "Waktu yang akan merubah."
Waktu akan terus berjalan.
Manusia berubah atau tidak, waktu akan terus berdetak.
Secara fisik yang jelas manusia akan berubah.
Perubahan yang laen?
Pertumbuhan rohani misalnya.
Sejauh manakah manusia harus bertumbuh rohaninya?
Seberapa mengenalkah manusia pada Penciptanya?
inspired by: The Babysitters Club #7 Claudia and Mean Janine by Ann M. Martin
Uncategorized | Comment (0)Thanks to you
Berikut ini nama-nama yang (seingetku) kirimin lots of helps and cares during my itchy moments:
(baek lewat kontak langsung maupun lewat sms or dunia maya -istilahe ko suki hahaha):
1. Meikel
2. Mama & Papa Semarang
3. Monex
4. My lovely brother (whose golden retriever dog had passed away on 11-11-06)
5. Mama Batu
6. Cik Lanny Pasuruan
7. Cik Ing-Ing Tangerang
8. Julie
9. Tante Itje
10. Mama Monex
11. Nonik
12. Fabian
13. Nyoen (Ubaya -disuru minum CTM biar ngga gatel2 hahaha)
14. Christine (Honda)
15. Ayik (KTM)
16. Natalia (KTM)
17. Bibik (yang ngupasin macem2 hehehe)
18. Andri PB
19. Yohanes
20. Hanna
21. Pipik (nice comment ^_^)
22. Maudy "Mbok Gembel" Budiarjda (pembaca setia hahaha)
23. Ko Suki (manusia dunia maya)
24. Frida Ivana Handoko
25. Cik Lusi Dewi (yang udah ta repotin ngurusin program kerja hehehe)
26. Triton
27. Edward Rudolf
28. Fei-fei (my lovely cousin… kangennn oiii kapan ketemu yaaa)
29. Lan-lan (adeke fei-fei, kemaren ultah)
30. Ie Hong (adeke mama)
31. Aldric (ngirim salam cacar n salam kangen buat ijoel)
32. Pak Markus (driver yang nyetir dari surabaya-semarang)
33. Ferry & Milka + Andri
34. Valencia (KTB)
35. Pamela (KTB)
36. Dyah (KTB)
37. Irwantoro (nawarin obat panas dalem sampe mbela2in nganter ke rumah walo akire cuman ketemu tukang hahahaha)
38. … and the list is goes on ^_^
Wah ngga nyangka sampe puluhan yah. Maybe masih ada nama2 yang belum tersebut.
Maap in kalo ada yang kelupaan nih hehehe.
Yang jelas masih inget kalo Valencia n Yohanes n kokoku lum pernah kena cacar.
So kayaknya aku kudu jaga jarak dulu sampe bener2 udah ngga nular. Terutama sama orang2 tersebut di atas.
So keep on praying for my itchy moments yah. Hehehe.
Thank you for all your supportive moments you’ve shared with me.
for complete version please check: http://www.createdbyhislove.blogspot.com/
Uncategorized | Comment (0)Wakkkss!!! Cacar Airr?????!!!
Hari ini tadi pagi bangun2 sekujur tubuh bentol2 makin banyaks. Wakss!! Palagi bis ngaca. Yaiks! Sekelumit wajah berbentol yang tampak di sana hahahaha… akirnya tadi telp meikel minta dia anter ke dokter n dianalisis kena cacar air. Hieee???? Emang sih dari kecil lum pernah kena cacar air. Herannya dulu SMP temen sebangku udah kena cacar air aku kok ngga ketularan yah? SMA dulu juga temen sebangku kena cacar, ngga nularin aku pula… Kuliah, monex pernah cacar air juga ngga nular ke aku… sekarang??? Ngga pernah deket2 orang cacar air isa kena hahaha. Emang bener-bener segala sesuatu di dunia ini ada waktunya sendiri2 hihihi. Dikasi obat dokter trus pulang deh… walhasil ngga isa kerja maksimal nih… badan emang kerasa agak ngga enak sih… mata pedes…
Ni iseng2 buka2 ensiklopedia. Pengen tau lebih lanjut tentang penyakitku nih. Ternyata sangat menular saat 2 hari sebelum gejala-gejala awal muncul. Waduh jadi emang ngga ketahuan tuh aku ketularan dari sapa n aku bakal nulari sapa. Waduuhhhh moga2 ngga ada yang ketularan deh gara-gara aku. Hehehe. Emang tadi kata dokter lagi musim sihh… wah wahhh… doain biar orang2 yang ketemu aku sebelum 2 hari ini ngga ketularan yahhh… ngga mau orang laen repot gara-gara ketularan aku nih. Hehehe. Uhm… bukane nakut2in nih, tapi kalo 2 hari sebelum ini berarti kan hari Minggu… it means…. lots of people i’ve met!!! Jadi temen2 yang ngerasa ketemuan ma aku kudu banyak2 minum vitamin n jaga stamina biar fit yah!
Ini cuplikan dari http://en.wikipedia.org/wiki/Chicken_pox :
Chickenpox is caused by the varicella-zoster virus (VZV), also known as human herpes virus 3 (HHV-3), one of the eight herpes viruses known to affect humans. It starts with conjunctival and catarrhal symptoms, moderate fever and then characteristic spots appearing in two or three waves, mainly on the body and head rather than the hands and becoming itchy raw pox (pocks), small open sores which heal mostly without scarring.
Chickenpox has a two-week incubation period and is highly contagious by air transmission two days before symptoms appear. Following primary infection there is usually lifelong protective immunity from further episodes of chickenpox. Recurrent chickenpox is fairly rare but more likely in people with compromised immune systems.
Symptomatic treatment, with calamine lotion to ease itching and paracetamol (known in the U.S. as acetaminophen) to reduce fever, is widely used.
Chickenpox is rarely fatal (usually from varicella pneumonia), with pregnant women and those with depressed immune systems being more at risk. Pregnant women not known to be immune and who come into contact with chickenpox may need urgent treatment as the virus can cause serious problems for the fetus.
Semoga bisa menambah wawasan dan pengalaman (first experience for me! hehehe).
Uncategorized | Comments (5)