Bapa
Bapa. Kadang-kadang sebutan itu kehilangan maknanya. Figur yang diebut Tuhan Yesus dalam doa itu, acap kali tidak dimengerti oleh anak-ankaNya. Saya bahkan dengan menggunakan posisi sebagai anak pun, sering gagal menggali gambaran yang baik mengenai hal itu.
Bapa. Untunglah di bagian lain, Tuhan Yesus menerangkannya. “Suatu kali,” Dia mulai bercerita, “ada seorang mempunyai dua anak laki-laki.” Cerita itu mengalir bagai air dan profil “seseorang yang mempunyai dua anak laki-laki” itu digambarkan dengan baik oleh Tuhan Yesus.
Bapa.
Ia mau mendengar ketika si bungsu berkata, “Bapa, aku mau bicara.” Ia telah mempersiapkan diri untuk menghadapi kemungkinan terburuk jauh sebelum anak-anaknya dilahirkan ke dalam dunia.
Ia tidak menyela permintaan si bungsu.
“Berikanlah kepadaku bagian harta milik kita yang menjadi hakku.” Ia bahkan sudah menjamin bagian itu untuk mereka.
Ia tidak sakit hati saat mendengar,
“Aku akan pergi ke negeri yang jauh.” Meskipun itu berarti ia siap ditinggalkan dan dilupakan.
Ia tetap memberi.
“Lalu ayahnya membagi-bagikan harta kekayaan itu di antara mereka.” Ia memandang mereka semua dengan penuh kasih.
Ia menanti.
“Ketika masih jauh, ayahnya telah melihatnya.” Harapan dan kesabarannya, membuatnya kuat dalam penantian yang tiada pasti.
Ia mengasihi.
“Lalu tergeraklah hatinya oleh belas kasihan.” Ia memberikan setiap tangisan untuk anak-anak yang sangat dikasihi.
Ia menyambut.
“Ayahnya itu berlalri mendapatkan dia.” Ia bahkan meninggalkan semua yang ada, demi mereka yang dikasihinya.
Ia tulus.
“Ayahnya merangkul dan mencium dia.” Bahkan keadaan terhina sekalipun tidak membatasinya untuk mengekspresikan kasih.
Ia melupakan dan memulihkan.
“Lekas bawa kemari jubah yang terbaik, cincin dan sepatu untuk dipakainya.” Penerimaan, adalah cirri khasnya.
Ia bersukacita.
“Ambillah anak lembu tambun.” Ia adakan jamuan sukacita untuk anaknya.
Ia memaafkan.
“Anakku telah mati dan menjadi hidup kembali, ia telah hilang dan didapat kembali.” Segala yang terjadi dihapuskan untuk sesuatu yang baru, sama sekali baru.
Ia menyatukan.
“Kita patut bersukacita atas adikmu.” Ia mengajak semua orang untuk saling membangun dan bersukacita bersama.
Bapa. Kini kita bisa merasakan artinya. Bapa.
Dia, bukanlah sesuatu yang jauhnya hanya sebatas bibir, tetapi dekat di hati. Pantas, Tuhan Yesus begitu kuat dalam menjalani hidup di dunia ini. Pasalnya, Dia punya seseorang yang dipanggilNya Bapa. Kita, sepertinya harus terus belajar memahami kata “Bapa”, yang setiap hari kita ucapkan. Bapa.
Disalin dari “Berjalan bersama Tuhan” oleh Fotarisman Zaluchu, Gloria Graffa, 2003.
Uncategorized | Comment (1)Apa yang harus dilakuin nihh….
Kalo ada kasus sama yang berulang-ulang terjadi gimana nih.
Kesalahan yang sama terjadi…
Kesemrawutan pun terulang kembali…
Ngga terlihat adanya inisiatif buat memperbaikinya.
Seakan-akan semua masukan, saran, kritik [bahkan] seolah ngga dihiraukan.
Wah wah wahhh…
Tears fell down as heart been broken
Teaching me how to pray harder
Having no hesitation asking for help
Wise thought should be involved
To all of warriors on mission
Dua hari yang lalu pas perjalanan pulang ngeliat ada mobil yang lumayan ‘aneh’ jalannya.
Let me describe u. Ini mobil warna merah. S**** Katana kayaknya. Keluaran tahun 1990an kayaknya (lagi hahaha). Jalannya masih lumayan lurus sih… cuman keempat roda nya muternya emang muter namun isa goyang kiri kanan gitu yang ngeliat dari belakang hahaha. Sempet ngeri juga sih. Ni kalo tiba-tiba mobil ini oleng or yang laen kan bisa bahaya tuh… mana jalanan masih cukup padet. Kalo yang di sebelahnya ada sepeda motor… ato orang kan bisa gepeng kalo kegencet mobil… ekstrim yah! Hihihi. Kayaknya mobil ini dah saatnya di spooring n balancing atau istilah yang lebih sederhananya general check up buat semua roda2 nya. Biasanya yang dilakuin di spooring & balancing tuh di cek roda tsb masih layak ato ngga dipake… sudah gundul or masih bagus kembangannya… posisinya terhadap bodi mobil gimana, masih centre or sudah nggak sejajar? Biasanya roda akan berubah posisinya bila terbentur2 jalan tidak rata, bergelombang dll. Trus kondisi roda saat berputar apakah masih pada as nya? Yah kurang lebih kayak gitu tuh yang diperiksa. Semuanya. Kalo ada yang kurang pas… ada yang kurang baek, semuanya diperbaiki. Di "fix it" hehehe. Semakin banyak mobil dipake di jalanan (dikendarai tentunya)… semakin sering mobil ini harus menjalani cek up. Diperiksa dan diperbaiki bahkan diperbarui, bila perlu.
I’ve been learning:
Sebagai anak-anak Tuhan (baca: warriors on mission) yang merupakan ‘mobil-mobil’ yang membawa misi Tuhan untuk menyampaikan Amanat Agung tentunya juga sudah menempuh sekian kilometer dalam kehidupan kita. Ada waktunya ‘mobil-mobil’ kita dimasukkan bengkel untuk di cek up secara keseluruhan.
Jalanan yang ngga rata membuat roda-roda mobil kita mulai aus.
Lubang-lubang dalam jalan yang kita lalui membuat roda-roba mobil kita sudah ngga pas.
Roda-roda tersebut harus dilepas dan diperbaiki atau bahkan diganti dengan yang baru.
Supaya kendaraan kita kembali dapat kita kendarai dengan baek.
Bukannya malah membahayakan pengguna jalan yang laen.
Ngga jadi membawa berkat malah ada ancaman membawa bencana.
Mbuat orang-orang di sekitar was-was.
Jadi, seberapa ‘memprihatinkan’ kondisi roda-roda ‘kendaraan’ yang sedang kita kendarai sekarang?
Sudahkah tiba saatnya buat di ’spooring & balancing’?
Bawalah segera ke bengkel yang hanya sejauh doa,
buka 24 jam sehari, tujuh hari seminggu,
teknisi yang sangat handal dalam bidangnya,
layanan antar-jemput gratis,
bebas biaya pula,
cukup dengan penyerahan diri,
kepercayaan, iman, pengharapan dan kasih,
kendaraan Anda akan kembali nyaman dikendarai lagi!!
Siap menghantar Anda menunaikan misi!
Selamat mencoba, warriors on mission!
God bless us.
Lagi sedih dhe.. hehehe…
Tadi pagi dapet sms dari rumah. Kasi informasi kalo nti malem emak bakalan dioperasi.
First thing came into my mind… "Lagi???" kalau diinget2 ini udah operasi keempat deh… atau yang kelima? All I can do now is sending more prayers so everything will be going as finest as His plans.
Keep on being faithful, girl!
Trusting Him giving the best for all.
Yup! Bentar lagi aku bakal pulang Semarang. Semoga di sana aku isa jadi berkat di sana
Buat semua yang baca ini, doain aku yahhh hehehe…
Malam Puji Penyembahan dan Doa
Tanggal 18 Oktober 2006 kemaren merupakan hari diadakannya MPPD (Malam Puji Penyembahan dan Doa) bersama Bp. Jeffry S. Tjandra di GKI Kutisari Indah. Wah, pengalaman pertama kali nih ikut ambil bagian pelayanan bareng salah satu pelayan Tuhan yang udah banyak rekaman n mbuat konser… hehehe… pas ketemu pertama tuh ngeliat Pak Jeffry keliatan cape banget. Mata merah, muka cuapeeek banget, suara abizzz… setelah omong2 buat persiapan dll (aku jadi singer bareng 3 temen yang laen: Wilton, Ivana dan Daniel) ternyata Pak Jeffry ini dalam 2-3 hari belakangan ini lagi pelayanan di luar kota semua… termasuk salah satunya Surabaya ini. Wah… pantesan sampe cape berat gitu kayaknya. Walo tampak loyo gitu Pak Jeffry tetep semangat kok. Full senyum hehehe. Ngga isa bayangin deh kalo aku yang keliling2 kota kayak gitu kayaknya udah ngga isa senyum deh hehehe.
Awalnya grogi banget tuh. Palagi singer di awal acara diminta mimpin saat teduh. Waduhhh. Hahaha. Sampe panas dingin rasae. Ekstrim yah! Setelah doa bareng lebih tenang sih… semuanya biar Roh Kudus yang bekerja dehhh… percaya kalo semua yang bakalan diomongin adalah karya dan kreasi Tuhan saja
kondisi fisik semua pendukung acara, khususnya singer kayaknya lagi pada kecapean semua deh. Wilton pas itu lagi evaluasi tugasnya (arsitektur, ada mata kuliah merancang yang merupakan salah satu mata kuliah utama yang emang ada evaluasi secara periodik) dan kalau lagi evaluasi gitu biasanya dituntut untuk kerja keras sampe lembur2 segala. Plus lagi dateng2 Wilton udah ’sentrap sentrup’ tuh hehehe bawa tisu akeh… dibuat nutupi idunge sing meler terus… ekstra bersin bersin pula hehehe… wah… trus Ivana kemaren malemnya masuk angin… crita juga malemnya ngga bisa tidur… waduh… Daniel paginya barusan selesai UTS (Ujian Tengah Semester) 2 mata kuliah. Mulai jam 9 sampe jam 3 an (kalo ndak salah, hehehe). Singer disuru kumpul jam 3. Aku sendiri juga cukup riwa riwi hari itu. Ada 2 klien yang minta penawaran n emang aku udah target pada hari itu harus kirim penawaran itu. Thank God it’s all done just in time. Pas jam 2 aku udah balek rumah. Makan, mandi, siap-siap berangkat. Yah itu gambaran kondisi dari para singer nya.
Acara mulai jam 6 lebih dikit. Sedikit molor dari acara awal jam 6 tepat. Lebih 5 menit an kayake (dah ngga merhatiin jam tuh, grogi hahahaha). Puji Tuhan semuanya berjalan lancar. Dan yang paling amazing kita berempat berhasil bertahan berdiri tanpa duduk sepanjang acara. Wah, bukan waktu yang singkat ternyata setelah diinget2. Ditambah lagi dengan kondisi kita semua tuh. Kakiku dewe benere dah kesemuten minta ampun (syukurlah aku pake sepatu hak 3 cm doang, coba kalo lebih tinggi… hahahaha selain jadi yang paling tinggi menjulang juga bakalan pegel kabeh tuh kaki hahahaha).
Pak Jeffry sendiri bisa mimpin dengan baek dan mengajak semua yang hadir untuk memuji dan menyembah Tuhan ngga setengah-setengah… dan dari depan aku isa ngeliat banyak banget jiwa yang dipulihkan… yang dikuatkan… memuji dengan segenap hati… aku bersyukur banget dikasi kesempatan buat ngeliat n tentunya mengalami -sekali lagi- kasih kuasa Tuhan
it’s so amazing!! Testifying His love touched and healed hearts in need.
Akhirnya jam 20.30 acara berakhir. So kalo diitung2 berdiri selama 2,5jam! Hahahaha. Hebat banget. Kalo ngga ada tangan Tuhan yang menopang bakalan ambruk dhe. Yang jelas kondisiku dewe udah capek banget. Sense pengen duduk tinggi banget hehehe. Tapi tiap kata dan sharing dari Pak Jeffry yang menjadi salah satu support buat aku isa tetep berdiri deh… Ku tak akan Menyerah adalah pujian terakhir… dan kita bareng-bareng diajak untuk bertekad ngga akan menyerah pada apapun juga… jangan putus asa… karena kita memiliki Tuhan yang sangat luar biasa! Berserah hanya kepada Tuhan!!
What a great moment I’ve experienced!
Uncategorized | Comment (0)Surabaya, the city of heroes
Hari ini ketemu klien di Kedungcowek. Udah pernah denger lum nama tempat itu? Jujur aku baru denger kemaren pas telpon kliennya. Hahahha. Curiga itu di daerah surabaya or udah ke luar kota hahahaha… pas ta liat nomernya kok masih area 031 so pasti paling ndak masi di surabaya lah ya… mentok sidoarjo. Nah setelah buka peta ternyata masih di area surabaya, namun udah hampir keluar peta hahaha… di deket kenjeran sonoo… tempat penyimpanan fanta yang ngga bakalan abis diminum orang sesurabaya (julie’s fave joke ni: fantai ria kenjeran hahaha).
Yah tadi janjian ketemuan jam 12 siang. Aku prepare jam 11 mau brangkat. Setelah liat peta, jalannya kok lurus2 aja yah… aku jadi mikir apa nti berangkat jam 11 lebih aja yah… tapi akire ngga jadi… ndak seberapa pe de tuh, wedi nyasar… minta didoain orang banyak dulu sebelum brangkat biar ngga nyasar hahahaa…. thanks to ko suki, monica, julie buat segenap dukungan dan doanya hehehe…
Nah, setelah di jalan (dengan berbekal peta yang terbuka di sebelah, tentunya) ternyata apa yang keliatannya lurus-lurus aja di peta ternyata jadi berliku-liku di jalanan surabaya. Muter-muterr. Lha di peta kan ngg ada gambar or tulisan yang bilank kalo ini jalan satu arah, kalo itu dilarang masuk, kalo ada lampu merah, ada lampu kuning, kalo belokannya ngga keliatan hahaha… jadi tadi sebelum berangkat udah mbayangin perjalanan yang gampang ternyata nggak jadi… kudu muter n kudu liat peta lagi… ganti rute… ternyata banyak banget jalan satu arah… wuaaahhhh… but thanks God ngga nyasar deh… walo sedikit muter tadi ternyata pas perjalanan pulang tadi mikir kayaknya emang satu2nya jalan yah bener rute tadi yang aku tempuh… wuihh hebat tenan tuh… pimpinan Tuhan. Hehehe… tadi sih sempet lewat jalan-jalan penuh memori tuh… ada kapasari, tambangboyo, ngeliat jalan jolotundo baru hahaha (embarassing moment tuh, mon!), pacar kembang, mbuh jalan apalagi yang laen, yang jelas rute hari ini bener2 di luar rute yang biasanya… ohya tadi juga lewat sidotopo wetan, jalan kenjeran, lewat rel kereta api belok kiri… tempate cik vero (ni dulu pernah diutus atasanku dulu buat cek barang di sono… ujan2… nyasarrr hahaha untung ada nicolas yang isa bantui ngeliat jalan n telpon2 minta bala bantuan arah jalan, sik inget nicolas?)
Yah pengalaman sehari yang menyenangkan, menjelajah jalanan yang jarang kulalui di kota pahlawan, menguak kembali memori di masa-masa yang telah lalu… Hahahaha. Tadi setelah briefing bareng klien dengan cukup jelas, jadi lebih paham tentang kerjaan yang klien pengen. Tinggal mbuat penawaran n berdoa. Hehehe… semoga semuanya cocok n semua happy
Wah ini ada lagi satu calon project nih. Barusan ada email minta penawaran lagi. Hebat hebat. Padahal baru 2 hari yang lalu perasaan aku crita ke Tuhan kalo kerjaan ni lagi ngga seberapa rame (kayak taun2 lalu kalo lebaran)… eh ndak taunya sekarang sudah diserbu banyak calon2 project baru… hehehe… emang Tuhan itu ngga pernah menutup telingaNya yah… He is a really good listener n a very good planner too
Early on Monday Morning
Pernahkah mikir? Pernahkah ngerasa?
Sudah nyiapin ‘kado’ yang terindah buat orang yang kita kasihi..
Sudah abisin uang yang banyak buat beli/siapin ‘kado’ tsb
Sudah menghabiskan banyak waktu buat mempersiapkan ‘kado’ itu
Sudah keluarin banyak keringet bahkan darah (pengorbanan) yang luar biasa
Sudah…
Sudah…
Sudah…
Dan sudah…
Namun ternyata…
Orang yang kita kasihi tsb tampaknya…
nggak suka dengan kado tsb…
menolaknya!!!
Dengan alasan…
Nggak layak terima
Nggak ngerti cara menggunakannya
Nggak seberapa suka
Dan laen-laen
Gimana perasaanmu?
Ternyata…
Pernahkah terpikir…
Mungkin seperti itu kah perasaan Tuhan Allah kita?
He’s prepared a gift
So we will be saved
From the eternal custody
His only Son was sent
His only Son had done
Lots of things for us
Born unto this world
Not raised in His Kingdom
Tortured
Undignified
Humiliated
Crucified
Son of God has died
Set us freed
Liberate us from the death detention
We must be walked on
Yet some of us not agreed to accept the gift…
How does God feel about that?
The next big question for all of us…
What should we do?
Uncategorized | Comment (1)Headline Kompas 14 Oktober 2006
Headline Harian Kompas hari ini masih tentang asap. Wah heboh banget rasae asapnya. Sampe kayak gitu. Ada fotonya jadi isa bayangin kayak apa tuh rasae idup di udara kayak gitu. Yah yang pertama terlintas di pikiranku sih itu. Kondisinya sampe ngacau lalin. Sampe diturunin polisi buat bantuin kasi pengarahan buat para pengguna jalan. Wah di tengah2 kegelapan gitu bapak-bapak polisi itu tetep dengan gagah berdiri di tengah arus lalin yang padet. Aku mikir aduh, ngga bahaya tuh… padahal jarak pandang cuman 5 meter kayaknya paling jauh. Wah wah… brati ada resiko gede bapak-bapak polisi ini ketabrak yah.
Setelah mikir kayak gitu jadi punya pikiran kalo kita semua anak-anak Tuhan juga punya tugas yang hampir sama dengan bapak-bapak polisi tadi. Kita bertugas mengarahkan pengguna jalan laen ke jalan yang benar… namun untuk bisa mengetahui arah yang tepat kita kudu benar2 mengenal jalan menuju kebenaran tersebut… so sekalipun dalam kabut setebal maupun asap semenyesakkan apapun kita tetep bisa dengan yakin menunjukkan jalan yang benar. Caranya? Kenali jalan Tuhan melalui firmanNya
hehehe.
Sudah siapkah kita membantu ‘pengguna jalan laen’ untuk menuju berjalan di jalan kebenaran? Tentunya dengan resiko kita ketabrak pula… yang pastinya nggak enak… kita bisa mengalami luka-luka… mungkin lecet… tergores… teriris… patah tulang… sampe kehilangan salah satu anggota tubuh kita… sapa yang tau? Sakit pasti. Susah pasti. Berat. Namun kiranya dengan berlandaskan cinta kita kepada Tuhan yang sudah terlebih dulu mencintai kita, kita dapat melaksanakan misi kita sebagai penunjuk jalan dengan sebaik-baiknya.
May God bless us in all we do.
Uncategorized | Comments (2)10 Orang dalam Hidup Rika
| 10 org yg berada di testimonialku: 1. Monica 2. Jae 3. Nat 4. Aldric 5. Julie 6. Soeki 7. Audy 8. Julie (lagi) 9. Monica (lagi) 10.Ling no 1 syapa km? 2. kpn terakhir ketemu no 2? 3. kpn ditelp terakhir no 3? 4. pernah main ke rmh no 5? 5.no 4 pernah ngutang ma km? 6. no 6 rumahnya dimana? 7. kenal dimana no.7? 8. no 8 uda punya pacar? 9. no telp no 9? 10. skola/kuliah dimana no 10? 11. sifat bae no 1? 12. hal terakhir yg km lakukan ma no 2? 13. ciri" no 3? 14. no 4 taw rahasia km? 15. syapa yg disebelin no 5? 16. apa kesukaan no 6? 17. syapa tmn bae no 7? 18. sayang ma no 8? 19. no 9 suka merek apa? 20. no 10 jago apa? |
Belajar dari Ikan Sapu-sapu
Sudah satu minggu ini ikan sapu-sapu ku meninggal dunia. Sejak saat
dia meninggalkan akuariumku, baru tiga hari saja tidak dibersihkan,
lumut pasti akan bermunuculan di akuarium kesayanganku.
Aku tidak ada waktu untuk membersihkan lumut-lumut itu dan juga tidak
ada waktu untuk membeli ikan sapu-sapu yang baru. Suatu hari kudapati
lumut sudah memenuhi kaca bagian dalam akuariumku. Aku berpikir, ini
tidak bisa dibiarkan. Keindahan ikan-ikan koki ku akan tersembunyi
jika lumut-lumut itu kurelakan tumbuh dengan sehatnya menemani mereka.
Ikan-ikan sapu-sapu, bisa menjadi solusi untuk membantuku membersihkan
lumut- lumut itu. Sapu-sapu adalah ikan yang makanan utamanya adalah
lumut dalam akuarium atau kolam ikan.
Di sela-sela sempitnya waktuku, sepulang kerja kuluangkan waktu untuk
mampir ke toko ikan dekat rumahku. Aku berkeliling mencari ikan hitam
yang tidak menarik dan berkulit kasar itu. Akhirnya kutemukan satu
ikan sapu-sapu yang tidak begitu suram kulitnya, walaupun tetap tidak
indah dipandang mata dan tetap saja kulitnya akan kasar.
"Berapa Pak, harganya?" tanyaku pada si penjual ikan itu.
"Tujuh ratus lima puluh rupiah, Mbak," jawab si penjual itu.
Segera kusodorkan uang dan setelah itu langsung ku tapakkan kakiku
menuju rumah.
Ikan sapu-sapu itu lalu aku cemplungkan ke dalam akuarium. Dengan
sigap dan bagai habis lepas dari kurungan ikan itu langsung meliuk-
liuk. Dan … betapa senangnya dia menemukan sebuah sisi kaca yang
penuh dengan lumut. Ikan itu langsung menempel di kaca penuh lumut
tersebut. Tidak peduli dengan ikan-ikan kokiku yang seakan sedang
mengerumuni ikan sapu-sapu itu untuk berkenalan.
Lagi-lagi karena tidak ada waktu, ikan itu memang hanya kucemplungkan
dulu tanpa kubersihkan akuariumnya. Pikirku weekend nanti pasti aku
ada waktu.
Keesokan harinya, saat akan berangkat ke kantor, kusempatkan menyapa
ikan-ikan kokiku. Wow, pagi ini mereka tampak begitu indah …. Tapi
bukankah memang ikan kokiku itu warnanya indah. Ehhh … tapi kok lain
ya? Warnanya bukan saja indah, tapi begitu bersinar. Terus kuamati
ikan-ikan kokiku dengan sirip mereka yang panjang bagaikan kain sutera
yang berkibar-kibar seolah ditiup angin. Terus kuperhatikan mereka
karena terlalu indah bagiku untuk kutinggalkan.
Saat pandanganku tertuju di pojok akuariumku, ada seekor ikan hitam
yang tidak bersinar sama sekali. Dia seolah sedang menepi dalam
dunianya sendiri dan takut untuk bergabung dengan koki-koki indah itu.
Aku tersadar …. Ya, ikan-ikan kokiku terlihat begitu indah dan
bersinar bukan karena ikan-ikan itu yang berubah, tetapi keadaan di
sekitar merekalah yang berubah. Lumut-lumut yang membuat kaca
akuariumku buram sudah lenyap! Ya, lenyap! Kaca akuariumku kembali
bening sehingga ikan-ikan indahku terlihat semakin indah. Ikan yang
tidak menarik yang kubeli kemarin dengan harga murah itu telah melahap
habis lumur-lumut itu. Memang untuk itulah ikan itu kubeli, tetapi aku
tidak tahu akan mendapat ketakjuban yang luar biasa seperti ini.
Kupandangi kembali ikan hitam yang sedang menyendiri itu. Dia yang
tidak menarik itu telah membuat sesuatu yang indah untukku pagi ini.
Ikan sapu-sapu sangatlah tidak menarik. Dia tidak punya kelebihan
fisik yang dapat dibanggakan. Harganya pun sangat murah. Tetapi, Tuhan
memberikan kelebihan luar biasa pada dia. Dia dapat membersihkan
permukaan kaca yang begitu kotor menjadi bening kembali. Itulah yang
membuat ikan sapu-sapu begitu dicari-cari oleh siapa saja yang ingin
akuarium atau kolam ikannya terbebas dari lumut.
Aku ingat diriku. Begitu banyak protesku pada Tuhan karena merasa aku
tidak memiliki kelebihan dari segala sisi. Tuhan memakai ikan kecil
itu untuk menyadarkan aku, "Kuciptakan dirimu bukan untuk hal yang
tidak berguna. Kau ada di dunia ini karena kau berarti bagi-Ku, untuk
melakukan hal-hal besar bagi-Ku!"
Aku masih terpaku di depan akuariumku. Aku masih menatap ikan kecil
yang tidak menarik itu. Aku seperti menatap diriku. Hari ini Tuhan
memberikan aku pelajaran indah dari seekor ikan. Hari ini, Tuhan tidak
ingin aku semakin tenggelam dalam pencarian arti hidupku di dunia ini.
Aku berarti bagi-Nya, aku berharga bagi-Nya. Dalam pandangan mata aku
memang tidak semenarik mereka yang ada di sekelilingku, tetapi ada hal
istimewa yang Tuhan berikan padaku, dan aku yakin itu akan jadi berkat
bagi banyak orang, karena Tuhan yang menganugerahkannya.
Aku beranjak dari depan akuariumku. Jam di tanganku sudah menunjukkan
waktu untuk segera berangkat ke kantor. Semangatku menapaki hari-hari
ke depan kembali menyala. Kuucapkan syukur untuk semua pelajaran indah
ini.
Terima kasih Tuhan! Terima kasih ikan sapu-sapu ku!
written by: hermawan@indofoo.co.id
taken from: rohani@yahoogroups.com