Searching and believing

September 30th, 2006

I’m searching what should I do
Holding on God’s promises I surely believe
He will provide everything I need
Embracing me with His strong arms

I’m believing He loves me much
Testifying His loves should be my mission
Sharing His cares must be my desire
I trust on His promises

God is very good in take care on me
Keep on searching
what He wants me to be
where He let me to be

Sending lots of prayers
Sharpening senses to know His will

Whatever the result is
Hoping that I will humbly accept
Being a better person as He’s planned
Living the live accords to His guidance

Sharing my Observation Result 1

September 17th, 2006

Beberapa waktu yang lalu pas di kantor iseng ngeliatin air yang netes dari keran (emang nggak ada kerjaan laen, rik??!!) hehehe… yah, cuman sesaat aja sih… palingan juga cuman 3 menit paling lama. Kebetulan keran air minumnya lagi rewel, nggak berfungsi selayaknya. Walau udah dibuka segede-gedenya tetep aja air yang keluar cuman dikit-dikit, cenderung netes gituu. Julie & aku lagi diajarin sabar kali yaaa… hahahaha… jadi tiap kali pengen minum kudu tungguin tetesan2 air tersebut ngumpu… nadahinnya 15 menit, ngabisinnya 1 menit aja hahahaha…

Nah, setelah ngeliatin air itu, aku jadi mikir: (gitu ae dipikir rik???!!) Keran air kalau dibuka lebar, air yang mengalir pasti deras kan? (kecuali keran air yang di kantorku lo yaaa…) kalau dibuka kecil yang keluar juga kecil. Air yang mengalir deras memiliki daya ‘rusak’ lebih besar, buktinya? Misal nih, coba bentangin selembar tissue di bawah keran air trus buka keran air segede-gedenya… (tau sendiri yang bakal terjadi kan?) tissue tersebut akan rusak seketika.

Dari sini aku belajar tentang pengendalian diri…. Emosi. Luapan emosi yang deras memiliki daya rusak lebih cepat dan lebih besar. Kita perlu mengatur ‘bukaan’ keran emosi kita secara tepat supaya luapan emosi kita lebih terkendali dan tidak ‘merusak’ orang-orang yang berada di dekat kita.

Satu hal lagi, aku perhatiin kalau aliran air terbentuk dari tetesan-tetesan air yang bersama-sama mengucur dengan kecepatan tinggi. Saat kecepatan aliran tersebut melambat maka aliran air tersebut menjadi butiran-butiran air.
Pelajaran yang aku ambil dari sini:
Kita butuh waktu untuk diam sejenak…
untuk berhenti sesaat dari segala ‘kesibukan’ kita…
untuk merenungkan segala kejadian dalam hidup ini…
segala permasalahan yang kita hadapi…
segala pergumulan yang kita alami…
Dengan berdiam diri dan merenung…
Kita dapat ‘melihat’ dengan jelas setiap butir air yang menetes dalam hidup kita…
Gambaran perbuatan-perbuatan kita yang terekam dalam setiap tetesan air…
Keputusan-keputusan yang kita ambil…
Perkataan-perkataan yang terucap…
Sudahkah hidup kita ini sudah seturut kehendak Tuhan?
Sudahkah hidup kita ini menjadi saluran cinta kasih Tuhan buat sesama kita?

Melalui perenungan-perenungan seperti inilah kita dapat kembali melihat dan belajar untuk menjadi lebih bijak dalam bersikap dan bertindak. Tentunya dengan tidak mengandalkan kekuatan diri kita sendiri.

“Tetapi pada Allahlah hikmat dan kekuatan, Dialah yang mempunyai pertimbangan dan pengertian.” Ayub 12:13

That’s all for now. Mungkin laen kali kalo aku iseng lagi ngelitin air n dapet ‘inspirasi’ I’ll let u know… hehehe…

Selama ini segala hal yang air ‘ajarin’ ke aku selalu saja mbuat aku kagum…

- air dapat menyesuaikan diri dengan mudah dalam setiap bentuk/wadah yang
  menampungnya (inget pelajaran IPA pas SD hahahaha)
- air itu lembut sekaligus keras… ada hujan gerimis, ada juga hujan deras…
  bisa cair… bisa beku… (kan keras tuh… hihihi)
- tetesan air yang terus-menerus dalam waktu lama di titik yang sama,
  secara lambat tapi pasti akan meninggalkan ‘bekas’ di sana
  (bahkan sebuah batu dapat dilubanginya!)
- makhluk hidup tidak dapat hidup tanpa air

Yesus Kristus dalam Injil Yohanes 4:1-26 (percakapan dengan perempuan Samaria) mengatakan, “… tetapi barangsiapa minum air yang akan Kuberikan kepadanya, ia tidak kan haus untuk selama-lamanya. Sebaliknya air yang akan Kuberikan kepadanya, akan menjadi mata air di dalam dirinya, yang terus-menerus memancar sampai kepada hidup yang kekal. …” (ayat 14)

For all the most very valuable best friends I’ve ever had (I thank God)

September 8th, 2006

Days are felt in hurry

They’re seem very busy

Never look back whether take no action to rewind

Goes forward but never backward

The future in front of us

Suddenly come in days count

Feeling so blessed having you

By my side stepping on mine and yours

Being hesitate walking on those days ahead

Knowing nothing what is going to happen

Planning many ideal things for our future

Learning to trust in God for He is the only one

Will always take us in a good care

I thank God

for the moment we met

for each time we’ve spent together

for many things I’ve learned

for your presence in my life

for teaching me how to share

for every encouragement words strengthens me

for accompanying me in the time I need

for cheering me up when sadness is kept me in silence

I thank God for giving me best friends I ever had –I’ve never dreamt of

I thank to you, all of my most very valuable best friends had been becoming my lovely sisters in Christ.

"Barney Show" Theme Song

I love you, you love me

We’re a happy family

With a great big hug and kiss

From me to you

Won’t you say you love me too

I love you, you love me

We’re best friend like friend should be

With a great big hub and kiss

From me to you

Won’t you say you love me too

Taken from Playhouse Disney Channel weekdays on 11.30 p.m.

A message from Koh Abuth

September 7th, 2006

Surprise banget ternyata temen lama dari Semarang baca blog ku… hehehehe… koh abuth, kenal dulu pertama koh abuth ini temen cik ing-ing (my lovely sister). Kata koh abuth aku ini mirip banget mbek anak sing namae Tommy, makae dari dulu mulo sampe sekarang koh abuth panggil aku "Tommy"… hahahaha…
Koh, thank u so much yaa… ini message mu ta upload di blog ku. Semoga isa membangun temen2 yang laen, coz I’m really encouraged by your words. Thanks once more.

Hi Tomy,

Wah… kalau aku baca-baca blog-mu, rasanya kok kamu beda banget dari Tomy yang tak kenal dulu, waktu kamu masih kecil. Dulu itu kamu dieman… ndak banyak omong… isinan… lha kok sekarang bisa nulis blog yang mbikin aku agak-agak mrinding gitu…. hehehe…

Dari blogmu, aku bisa "ngebaca" kalau kamu ni sekarang deket banget ama Tuhan, aktif banget pelayanan, pokoknya bisa siip banget gitu kerohaniannya. Dalam bekerja-pun kamu juga selalu ngelibatin Tuhan.

Tom, kalau aku ingat dulu papa mama mu ndak ngizini cicikmu ke gereja, trus akhire cicikmu nekat, nek pulang gereja dimarahi, sampe temen-temen gereja ndak boleh ke rumah. Sampe akhire aku liat tulisan di blogmu, rasane gimanaaa gitu. Tuhan tu baek banget ama kalian. Kalau aku
Kalau aku inget waktu itu cicikmu selalu ndoain kamu ama kokohmu supaya kenal Tuhan, ndoain papa mamamu supaya ke gereja, rasane semua doa itu sudah terjawab saat ini.

Yo wis Tom, aku cuma mau bilang, semua ini adalah sebuah proses yang panjang selama bertahun-tahun. Puji Tuhan, Dia melakukan sesuatu untuk kalian, untuk memberi hidup yang lebih berharga di dalamNya. Dia melihat kesetiaan kalian sewaktu masih muda, dan terus terpelihara dengan setia sampai sekarang. Kalau aku boleh "mengikuti" dan melihat proses itu terjadi, dan melihat hasilnya saat ini, ini semua juga menguatkan aku, bahwa Tuhan itu ikut bekerja dalam setiap doa yang kita naikkan, walaupun jawabannya baru keliatan bertahun-tahun berikutnya.

Jaga terus kemurnian hidupmu, jangan pernah mau kalah dengan keadaan. Tuhan
Tuhan memberkatimu Tom.

Koh Abuth

Sunday, 3rd September 2006

September 3rd, 2006

Akhir2 ini (sekitar 2 minggu terakir ini) Tuhan lagi in His mood mbuat aku hepi terus rasae… hehehe… Hari ini, tadi sepulang dari gereja (kebaktian jam 09.00 di GKI Kutisari tercinta, yang kotbah Pak Setyahadi tercinta dong, kan ini Minggu pertama bulan September) ada kejadian menarik. Kan tadi pergi ke Kutisari Indah Selatan, trus berhubung jalan di sana buntu, kudu puter balek. Pas puter balek nih, roba belakang sebelah kiri (mobil yang aku naiki) keperosok lubang… Horeee!!! (hahahaha… keperosok kok malah seneng???!!! –lebih ke arah ungkapan desperate nih hihihi) setelah ndak tau musti ngapain… soalnya mau didorong juga mana mungkin kuat lagi… apalagi ngangkat mobil seorang diriiii hahahaha… emang wonderwoman? Nah pas mikir2 gitu liat Irwan tuh… dia rumahnya emang deket2 situ… Irwan baru pulang dari gereja… misik rapi gitu hehehehe… ya udah aku ke rumahe trus meminta pertolongan pertama eheheheh… Thanks a lot ya wan… sampein juga ke Ko Yusak sekali lagi thank u… Nah gitu deh… dengan bantuan Irwan, Ko Yusak n Meikel juga (Meikel dateng beberapa saat setelah aku sms dia)… mobil berhasil didongkrak n keluar dari masalahnya dengan baek. Horeee!!!! Yah, gitu deh… kira2 satu jam lamanya kita berempat berjemur… hehehehe… rada2 gosong gitu rasae kayak daging dalem panggangan… tau sendiri rasanya kayak apa kalo di luar rumah tersengat sinar matahari di siang bolong jam setengah 12 siang… hehehehe….

Bersyukur banget Tuhan kasih sodara-sodara seiman yang baek, siap membantu n rela menggosongkan dirinya… hehehehe… Irwan sampe bolak-balik ke rumahnya cari dongkrak yang cocok… ngambil ganjel macem2… sampe keringetan… hihiihi… kalo dikumpulin isa buat nyuci mobil kayake… hehehehe ekstrim yah! Di sini aku ngeliat kerelaan temen2 buat nolongin hingga akir… padahal juga kan mereka benere juga ada kegiatan laen… hehehe… but they’ve done it with lots of pleasure… hahahaha… God is so good to me.  Abis kejadian ini aku jadi tambah hepi rasae… Di saat ku tak berdaya… Mukjizat terjadi… hehehe… Tuhan kirim bantuan tepat pada saatnya… nggak ngebiarin aku gosong2 dewean n bingung kudu melakukan apaan… hehehehe…