For Further of Me

July 1st, 2008

please visit:
http://www.createdbyhislove.blogspot.com/

See you on the spot :)
Thanks for visiting.

by HIS love,
Rika Indriani

Money Management Strategies

February 7th, 2008

Selasa, 5 Februari 2008 yang lalu ikut PD Pemuda Dewasa di GKI Kutisari Indah. Pk. 18.30 sampe jam 21.00 lebih sepuluh menit (kenapa engga ditulis 21.10???).

Hal-hal yang disampaikan di sana cukup aplikatif dan sangat inspiratif.
Yang aku catat ada beberapa hal:
Yang pertama, pengelolaan uang adalah sangat perlu. Sekalipun uang kita ‘hanya’ seribu rupiah atau bahkan lebih sedikit dari itu. Mengapa? Karena hidup ini bukan kepunyaan kita. Dan semua yang kita ‘miliki’ sebenarnya bukanlah milik kita. Lantas, milik siapa dong? Berhubung hidup ini milik Sang Pencipta, maka kita sebagai ‘operator’ yang menjalani hidup ini akan dimintai pertanggungan jawab terhadap hidup ini kan? Maka demikian pula dengan setiap rupiah uang yang kita pergunakan. Entah itu dimasukin ke dalem kantong persembahan di gereja atau dibelanjain bahan2 untuk keperluan rumah tangga. Entah itu dibuat bayar uang parkir atau untuk bayar tagihan listrik. Entah itu mau dibeliin buku-buku bermutu atau dibuat beli pulsa handphone. Jadi, bijaklah dalam menentukan pilihan untuk membelanjakan uang yang kita ‘miliki’.

Tadi sudah disebut bahwa hidup ini bukan milik kita.
Seutuhnya adalah milik dari Sang Pemberi Hidup.
Setiap helaan nafas kita adalah anugerahNya.
Setiap kejapan mata kita adalah kemurahanNya.
Setiap mili gerakan jari kita adalah pemberianNya.
Setiap detak jantung kita adalah semata-mata karena Dia yang menyediakan.
Oleh karena itu, baiklah kita mengelola hidup ‘kita’ terlebih dulu sebelum mengelola keuangan ‘kita’. Setuju? Kelolalah hidup’mu’. Kemudian kelola waktu’mu’. Dan kelola uang’mu’. Persoalannya, bagaimana mengelola hidup?

Apa yang menjadi ‘batasan’ sehingga kita bisa mengetahui bahwa hidup ‘kita’ sudah dikelola dengan baik?
Perjelaslah panggilan hidupmu.
Apa yang Tuhan ingin engkau kerjakan di dalam hidupmu.
Carilah tahu kehendak Tuhan. "Tetapi carilah dahulu Kerajaan Allah dan kebenarannya, maka semuanya itu akan ditambahkan kepadamu." -Matius 6:33
Bertekunlah untuk mencari Kerajaan Allah dan kebenarannya, lakukanlah secara terus menerus. Jangan pernah berhenti belajar dan merenungkan firman Tuhan.
Dan tentunya, setelah mengetahui kehendak Allah… milikilah hati yang ‘MAU’ untuk taat melaksanakan kehendak Allah. Kalau setelah TAHU tapi TIDAK MAU kan ya sama saja to?

Nah, setelah panggilan hidup sudah jelas, maka untuk mengatur waktu akan menjadi lebih mudah. Untuk menentukan prioritas dalam memilih kegiatan akan lebih mudah. Lebih mudah di sini bukan berarti mudah. Masih saja sulit saat kita diperhadapkan dengan pilihan yang dilematis. Misalnya saat kita sudah menemukan panggilan hidup kita untuk bekerja sebagai penulis, maka kita akan memberikan sebagian besar dari waktu kita untuk membaca dan menulis. Uang yang kita ‘miliki’ akan kita belanjakan untuk membeli buku-buku dan perlengkapan penunjang kegiatan kita. Yah, kira-kira seperti itu.

Yang kedua, kita mengelola uang ‘kita’. Beberapa prinsip yang perlu diingat:
1. KOMITMEN
2. DISIPLIN dan RAJIN
Komitmen, mencatat SEMUA pengeluaran kita (katakanlah dalam sebulan -biasanya kita nerima gaji dalam sebulan). Lihat dan pelajari. Golongkan pengeluaran harian, mingguan dan bulanan. Segera sisihkan pengeluaran ‘rutin’. Misalnya, untuk makan, untuk perpuluhan, untuk bayar kos, untuk pulsa handphone, untuk barang kebutuhan sehari2, untuk ditabung dan lain2. Dan ini harus dilakukan dengan disiplin dan kerajinan yang tinggi!
Rencakan pengeluaran dengan bijak! Apabila pengeluaran lebih besar dari pemasukan, maka periksalah daftar pengeluaran tadi. Carilah bagian mana yang bisa ‘dipangkas’. Lakukanlah penghematan dalam rangka untuk belajar mengendalikan diri.
Dan yang tak boleh dilupakan, rencakan pula pemasukan. Maksudnya? Kalau gaji tiap bulan sudah pasti segitu, gimana merencanakan pemasukan laen? Cari kerjaan laen gitu? Bukan.. bukan gitu… Masih ingat Matius 6:33 tadi? Carilah tahu terus apa yang Tuhan mau kita lakukan dan kerjakan dalam memenuhi panggilan hidup kita. Sudahkah bisnis yang kita kerjakan itu sudah sesuai dengan kehendakNya? Terus tingkatkan kualitas dalam setiap hal yang kita kerjakan. Lampauilah ekspektasi dari setiap pekerjaan yang dipercayakan kepada kita. Berikanlah hasil yang lebih berkualitas dibandingkan pekerjaan kita yang terdahulu. Lihat Kolose 3:23 "Apapun juga yang kamu perbuat, perbuatlah dengan segenap haitmu seperti untuk Tuhan dan bukan untuk manusia." bekerjalah untuk Tuhan dan bukan untuk pelanggan.

Dan satu hal yang perlu diingat, penghematan yang dilakukan jangan sampai mengurangi kualitas! Ingatlah, penghematan dilakukan sebagai pelatihan untuk mengendalikan diri! Hemat, dengan kualitas yang semakin baik!

Yang ketiga, lakukanlah evaluasi.
Periksa kembali sudahkan sesuai bidang panggilan yang sedang kita kerjakan sekarang dengan yang Tuhan mau. Bagaimana caranya?
Di mana kita berada mengerjakan bidang panggilan kita, maka bidang panggilan tersebut akan semakin agung. Bukannya menjadi semakin dcela banyak orang. Misalnya, saat kita makin banyak menulis, maka makin banyak pembaca tulisan kita yang makin terdorong dan makin dikuatkan untuk menjadi lebih baik lagi. Tulisan demi tulisan yang kita hasilkan harus semakin lama menjadi semakin berkualitas!

Periksa juga aspek kehidupan kita!
Setiap aspek dalam kehidupan kita harus semakin beres.
1. THEOLOGY = saat teduh, hubungan pribadi dengan Tuhan, jam doa, baca firman
2. FAMILY
3. WORK
4. FELLOWSHIP = persekutuan dengan orang lain, dengan saudara seiman
5. EVANGELIZATION = perkabaran injil, menyampaikan kasih Tuhan kepada orang lain

PD ini dilayani oleh Bp. Ricky Sudharsono, dosen Jurusan International Business Management Universitas Kristen Petra Surabaya.

Sampai ketemu di Persekutuan Doa Pemuda Dewasa selanjutnya!
Selamat mengelola hidup!

Hari-hari ini…

November 29th, 2007

Telingaku mendengar banyak keluh
Mataku melihat banyak kesedihan
Kata-kata penghiburan pun terasa sulit untuk diucap
Pikiran ini terasa berat untuk mencari jalan keluar

Seolah-olah telingaku sudah tak dapat mendengar
Seakan mataku tak mampu melihat
Yang menjadi rancangan Tuhan
Yang menjadi kehendak Bapa

FirmanNya bagaikan tak bernyawa
Tulisan tanganNya seakan tak berkuasa
Apa yang pernah aku dengar
Apa yang pernah aku lihat
Semuanya kulupa
Semuanya terasa tiada guna

Tak ada hal yang dapat kulakukan
Segala sesuatunya tampak sia-sia

Apa yang kurasakan saat ini
Serasa terhempas ke atas batu karang hati ini
Terasa sakit yang seolah tak akan terobati

Sekian malam telah berlalu
Namun, akankah segala beban ini segera berlalu

Bilamanakah aku dapat meringankan bebanmu, saudaraku
Bagaimanakah hatimu akan dipulihkan dan segala sakitmu disembuhkan

Mungkin tak ada kata yang sanggup meringankan bebanmu
Mungkin tak ada hal yang dapat menyembuhkan sakitmu
Mungkin aliran air mata ini tak dapat menyegarkan hatimu
Namun yang pasti, biarlah hati ini senantiasa setia mendoakan

Hingga tiba saatnya nanti, kau akan dipulihkan dan menjadi makin kuat
Hingga saatnya tiba, kau akan menjadi pribadi yang makin sempurna
Kiranya bila saat itu tiba, aku masih diberi kesempatan untuk menyaksikan dan berbagi dengan banyak orang

PUJIAN

November 21st, 2007

Apakah arti kata ini?
Menurutku (bukan menurut kamus besar bahasa indonesia), pujian adalah pernyataan yang disampaikan kepada yang bersangkutan sehubungan dengan perbuatan atau prestasi yang telah dicapainya dan layak untuk mendapatkan penghargaan.

Singkat kata, pujian adalah pernyataan yang disampaikan untuk menghargai seseorang.

Bentuk2 pernyataan itu ada berbagai macam.
Lazim disampaikan dalam wujud kata-kata.
Bisa lewat ucapan terima kasih.
Mungkin pula lewat jabatan tangan.
Tepukan di bahu.
Pelukan.
Ciuman.
Bahkan, bisa pula lewat tatapan mata.

Mungkin kita tidak ingat kapan terakhir kali kita menerima pujian.
Atau mungkin malahan baru saja kita memperolehnya?

Mungkin kita saat ini merasa menjadi seorang yang gagal.
Seorang yang tidak layak dipuji.
Berulang kali melakukan kesalahan.
Bahkan, hal yang sepele pun tidak dapat kita kerjakan dengan benar.
Semua pekerjaan yang kita lakukan salah.
Gagal di hal yang sama.
Menjalani ujian yang sama dengan hasil yang sama buruknya dengan sebelumnya.

Atau… sebaliknya?
Kita sedang menerima banyak penghargaan.
Segala sesuatu yang kita lakukan dijadikan panutan.
Semua yang kita kerjakan berhasil.
Karya-karya yang kita tekuni semuanya gemilang.
Bahkan, semua orang terkagum-kagum kepada kita.
Berbondong-bondong mereka meminta petunjuk dari kita.

Kemarin malam saat aku memandangi sederetan bentol2 yang tak kunjung hilang dari permukaan kulit kakiku, membuatku menjadi berpikir tentang hal ini. Tentang pujian. Hmmm… benernya apa hubungannya bentol2 dengan pujian? Yah… jujur aku juga ngga tau apa ada hubungannya. Hahahahahaha.

Bentuk lain sebuah pujian pun muncul.
Bukan berupa kata-kata.
Bukan pula berupa tindakan.
Namun berupa sebuah penghargaan yang lebih dari sebuah piagam.
Penghargaan yang tidak hanya sebatas materi atau fisik.

Kepercayaan.

Adakah hal lain yang bisa membuat orang merasa lebih dipuji bilamana dia diberi kepercayaan yang lebih besar?
Memang, bilamana sebuah kepercayaan diberikan, itu berarti kita dituntut untuk tidak mengecewakan kepercayaan itu. Sebuah tanggung jawab -yang tidak enteng, tentunya!

Saat kita kembali gagal dalam hal yang sama…
Pernahkah berpikir, kenapa hal ini berulang kali terjadi padaku?
Di bagian yang mana (lagi) aku melakukan kesalahan?
Mungkinkah, sebuah ujian yang sama diberikan kepada kita?
Mungkin kita tidak menyadari adanya perbedaan ‘kecil’ yang sudah kita alami pada saat kita ‘mengerjakan’ ujian yang sama. Apa bedanya?
Kita sudah pernah melaluinya.
Kita sudah memiliki pengalaman ‘mengerjakan’ soal2 ujian itu.
Tapi… berulang kali pula kita sudah gagal.
Bukankah itu suatu pretasi yang buruk?
Keledai pun tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama kan?
Lantas, di bagian mana kita bisa merasa bangga dengan kegagalan yang kita alami (lagi) ini?

Masih sadarkah kita terhadap kasih Tuhan?
Masih pekakah kita terhadap keberadaanNya?
Sedemikian Tuhan mengasihi kita sehingga Dia tidak pernah bosan untuk mengajar kita hal yang sama. Dia tak pernah lelah untuk terus mengingatkan kita terhadap hal yang sama. Dia tak pernah berhenti menyertai kita di dalam semua kegagalan kita.

Apa jadinya bila kita ini adalah Tuhan?
Mungkin kita akan mengatai-ngatai manusia itu sebagai makhluk yang bebal.
Mungkin kita akan menyerah. Duh, keledai saja tidak akan jatuh ke dalam lubang yang sama… tapi kenapa makhluk yang satu ini malah jatuh ke dalam lubang yang sama berulang kali…?? Bahkan, semakin lama semakin dalam pula…!!!
Mungkin kita akan menggali lubang tempat manusia itu semakin dalam dan semakin dalam kemudian menutupnya!!! Habis perkara! Selamat tinggal, makhluk bodoh! Aku sudah muak melihat semua kelakuanmu!

Namun, syukurlah kita bukan Tuhan.
Di balik kegagalan, masih ada kesabaran Tuhan.
Penyertaan Tuhan.
Kasih Tuhan.
Kesetiaan Tuhan.

Di dalam kegagalan, masih ada kesempatan.
Pujian yang Tuhan berikan lewat kepercayaanNya kepada kita.
Sebuah kesempatan diberikan lagi.
Sebuah ujian diadakan lagi.
Sederetan soal disusun lagi.
Supaya kita kembali bangkit.
Supaya kita mencoba lagi.
Supaya kita makin diperkaya lewat pengalaman yang berulang kali.
Supaya kita makin diperlengkapi untuk memberikan kekuatan bagi mereka yang membutuhkan.
Supaya kita makin menjadi seperti Yesus.

Di mata manusia, berapa kali Yesus mengalami kegagalan?
Apakah Yesus seorang tukang kayu yang terkenal, memiliki perusahaan furniture yang memiliki saham terbesar?
Apakah Yesus seorang raja yang memiliki daerah kekuasaan yang luas?
Apakah Yesus seorang hukuman yang menjalani hukuman paling hina pada waktu itu?
Tampaknya banyak kali Yesus gagal.
Namun, apakah Yesus gagal di mata Allah?

Kita sebagai manusia, bisa memandang ‘kegagalan’ yang kita alami sebagai sebuah hal yang buruk. Namun, apakah memang demikian pula ‘kegagalan’ yang kita alami itu dipandang oleh Allah?

Mulai bisa melihat perbedaan ‘kecil’ yang kita alami pada saat kita gagal?

Ujilah kegagalan yang kita alami dengan firman Tuhan.
Marilah makin mendekatkan diri kita kepada Tuhan.
Kenali suaraNya.
Dengarkan bisikanNya.
Rasakan tepukanNya.
Nikmati belaianNya.
Tataplah mataNya.

Kiranya kita semakin sempurna di hadapan Allah, sama seperti Kristus Yesus yang sudah memberikan teladan yang sempurna.

Get Married

November 16th, 2007

01. kapan terakhir kali kamu nonton bioskop?
– wah, kapan ya itu… Get Married… liat aja reviewnya di my blogspot

02. apa membaca menjadi hobi kamu?
– yes, sekaligus obat tidur… tapi akhir2 ini kehilangan kemanjurannya

03. merasa kehilangan sesuatu belakangan ini?
– kehilangan hati yang sabar… bawaane pengen nangis terus haha

04. apa kamu orang yg mudah terpengaruh karena iklan?
– engga

05. lagu apa yang paling sering kamu dengarkan sekarang ini?
- Father We Commit to You

06. kapan terakhir kali kamu main air?
– tadi, jam 17.48 mandi

07. pernah bikin onar di depan umum?
– hmm… ngga ah… malu… hahahaha

08. apa yang u lakuin jika friendster kamu tiba2 terhapus?
– horeee….!!! palingan bengong… trus ngeributin sapa gitu, tanya2 gimana cara recovernya hahaha…

09. ada kejadian menyenangkan belakangan ini?
– apa ya… keinginan ku pelan2 dikabulkan satu per satu lewat cara yang menakjubkan… de ja vu rasae

10. punya rencana khusus buat weekend ini?
– belanja buat dekor (lagi), revisi undangan merid, milih foto prewedding, kasi print out lagu buat paduan suara (wew… tight schedule!!)

11. makanan apa yang ada di pikiran kamu sekarang?
– barusan makan… nasi putih, tempe goreng, sambel goreng buncis n wortel, telor… wahahaha… menu sehat… nyam nyam… ohya… minuman favorit: teh tawar angettt ;p

12. merasa terganggu jika kamu berada di tengah keramaian?
– crowded gitu maksudnya? yeah, pasti langsung pusing… semuanya jadi berputar… palagi kalo ditambah ada asep2 gitu… hahaha…

13. sebutkan 1 hal yang sering menggangu pikiran kamu?
– duh… how can i get rid this uncomfort feeling…? >>sigh<<

14. terakhir kali bohong ke siapa?
– dah lama ngga bo’ong dengan tujuan tertentu… hahaha… kalo ngisengin sering banget… huahahahahaha

15. apa hobi yang menurut kamu paling enak dilakukan pada saat liburan?
- naek gunung… nyepi… semedi… sembahyang… take lots of great pics of nature… kapan cobaaa????

16. pernah kena penyakit yang aneh?
– hmmm bentol2… termasuk penyakit yang aneh ga? hahaha

17. berapa hari kamu tahan tidak tidur?
– hahaha ngga mau nyoba… ini udah hampir 3 hari tidur 4 jam aja udah kaga karuan rasanya…

18. hal apa yang membuat kamu tersenyum?
– the beauty of God’s creation

20. apa ada masalah yang ingin kamu curhatin ke temen kamu?
– bukan masalah sih… cuman pengen sharing aja… anyone would listen…?

21. kapan kamu pertama kali suka sama lawan jenis?
– taman kanak-kanak… waks!! hahaha

22. mengharapkan apa kalau nanti hari valentine datang?
– wew… will be my first valentine with hubby dong…

23. pernah melewatkan malam tahun baru sendirian?
– lha boboknya dewean… hehehe

24. punya ritual khusus setelah bangun tidur?
– yeah

25. apa yang kamu lakukan kalau melihat mantan kamu berciuman dgn pasangannya?
— ngga ada mantan ;p

26. ada kejadian yang menarik di sekitar kamu?
– semua hal kalau diperhatikan dan direnungkan akan menjadi menarik, sekalipun itu adalah hal yang tampak biasa saja (ck… ck… ck… filosofis abisss!!! hahahaha)

27. siapa yang terakhir kali bilang "i love u" ke kamu? dan kamu seneng
mendengernya?
– audy maudy tuh… ngirimi banyak gifts yang bilang kayak gitu di facebook… wahahahaha… i love you too, mod :) thank you for loving me… huehehehe

28. pada saat umur berapa kamu ingin menikah?
– astaga… baru-baru ini aja lah… 26? eh bener ngga ya? hahaha how old am i?

29. pulau mana yang ingin kamu kunjungi di indonesia ini?
– bali-lombok-timor (hmmm udah bukan termasuk indonesia ya…) semua kepulauan yang kecil2 n belum terjamah manusia deh… menurut berita ada banyak tuh… huehehehe

Loneliness

November 16th, 2007

Why do I feel so lonely
Why are there no one when I was looking for
Why can’t I just enjoying these loneliness

I guess I was missing to someone
Or am I just been dreaming
Gosh…

Wish I could wake up soon
Can’t sleep well at night
Can’t think clearly at day
Can’t smile sincerely at every one

Ouch ouch…

Feels like that cold has captured my heart
My feelings are turned into iced
It is frozen
Huaaa…

… or the opposite …?

My heart has been too sensitive
Every things that happen close to me
Affected my feelings
Turn me into my deep melancholy side

Hahahaha…

Father We Commit to You

November 15th, 2007

2become1

God before us, God beside
God within us abide
God in heaven and in this place
Father we commit to you this day

God in pleasure, God in pain
God will ever remain
God in gladness, God in strive
Father we commit to you our lives

For we know that you are faithful
Through the stillness and the storm
For you’ve been with us from the start
Father we commit to you our hearts

Bulbo Bulbo… Orang Insom hahaha

November 15th, 2007

1. Semalam kamu pergi ga sih?
== barusan pulang neh (masih malem), kalo kemaren nya ke TP bareng meikel. christine, cimot…

2. Semalam kamu bertemu dengan..
== malem ini: meikel, yohanes, cimot, ivana, armand, lusi, triton, john, edwin, bu lili, irwan, diana, pak sugianto, pak satpam… hahaha banyakkk… abis pulang dari doa malem di greja ^^ kemaren malem liat nomer 1 ya…

3. Hal trakhir yang membuat mood kamu
ga baik?
== kemaren malem… nangis sampe mbuat mata bengkak hahaha…

4 . Kalo kamu pergi2 semalam, pulang
jam brapa tuh ke rumah?
== uhm.. kemaren selasa jam 10 lebih udah di rumah… kemaren malem jam 10 kurang 15 an… malem ini jam setengah 10 dah di rumah… duduk maniez di depan laptop wahahaha… insom lagi kumat

5 . Lagu yang kamu dengar semalam sebelum bobo?
== semalem? wah nyanyi banyak lagu, yang paling inget "Ku ditanganMu…" kalo malem ini "Father we commit to you"

6 . Lagu yang kamu denger pagi ini
trakhir sebelum keluar rumah?
== apaan yah… lali… dengerin radio 96.4FM bahterayudha

7. Trakhir kamu memberi sesuatu pada
temanmu? apa itu?
== waduh… apa ya… tahun ini… memberi cinta dalam wujud yang berbeda2, ngga tau nyadar apa engga tuh yang dikasi… huehehehe

8. Apakah kamu mendapat ciuman semalam?
== semalem? need to be hugged… unfortunately there’s no one… hehehe

9. Apakah kamu bermimpi semalam?
== engga inget

10. Kmu memakai parfum atau body spray
hari ini?
== body shop, whatelse?? hahaha

11. Trakhir kamu merasa tubuhmu
ringan gara2 minuman alkohol?
== waduh… tahun kemaren deh… pengen lagi sih… enakk anget… mbuat bobok pules… huahahaha

12. Target kamu dalam 2 bulan ke
depan?
== memulai kehidupan keluarga baru yang seturut kehendak Tuhan ^^ huahaha, idealis!

13. Satu org dalam pikiran mu saat ini
detik ini?
== satu aja? ndak boleh banyak? lagi ada banyak soale… wahahaha… numero uno: diana :p

14 . Yang akan kamu lakukan setelah
mengisi bulboard ini?
== baca buku sampe bobok… trying to sleep

15. HP kamu merknya apa?
== SE

16. Akhir tahun mau liburan ke mana?
== ketemu keluarga besaaarrr yipeeee… miss u all, guys!! can’t wait to see y’all!!!

17. Yang kamu nantikan minggu ini?
== pencerahan… ngga in blue lagi… susah banget ngilangin perasaan in blue ini… >.< hiks

HUT GKI Kutisari

November 10th, 2007

9 November 2007 kemaren hari Jumat jam 19.00 di GKI Kutisari Indah ada perayaan HUT GKI Kutisari yang kesembilan. Waw. Ngga kerasa, gereja tempat aku bertumbuh sampe jadi kayak gini makin dewasa. Di acara ini ada sharing yang kembali mengingatkan aku ke masa2 dulu. Masa2 awal dulu. Pak Yohanes Wibisono (dulunya Ketua Majelis Jemaat GKI Kutisari) cerita jaman2 dulu. Jadi rada mellow2 gimana gitu… hehe… untung ngga sampe nangis di gereja. Wahahaha. Jadi inget2 gimana jaman dulu pertama menjejakkan kaki ke kota pahlawan… ketemu temen2… Maudy, Christine… yang sama semarang nya n satu kos kosan di pondok kasih midas tercinta hahahaha… dasar mod mod… bwahahaha aku sampe ngakak dewe baca detail mu buat aku di facebook… diajak ke greja sama Agus Har… nice memories… naek sepeda motor berdua sama asoy n nyungsep dengan sukses di perempatan "raksasa" (pas itu aku ngerasa gitu) raya darmo. Walhasil kaki bengkak… dan seterusnya… off the record… hahahaha.

Selesai acara HUT, ngobrol2 sama temen2. Weh, akhirnya isa ngobrol2 bareng merry & bobo. Hehehe. Banyak hal yang kita ceritain. Sampe jam setengah 11 akhire baru pulang dari greja. Waw. Dah lama beneran ngga ngobrol sampe malem gitu. Hehehe. It was really fun. Thanks to HUT GKI Kutisari.

Mulai tanggal 9 kemaren rangkaian acara natal sudah mulai dipersiapkan. Rencana panitia natal tahun ini akan membuat sebuah pohon natal yang ber’daun’ tangan2 dari kertas yang bertuliskan harapan, salam, doa dari masing2 jemaat. Setiap orang jemaat boleh mengirimkan "daun tangan" lebih dari satu. So, buat kalian yang mau ngirim isa lewat aku deh… makna nya adalah lewat pohon natal yang akan dibuat tinggi menjulang (sampe setinggi lampu spot -buat yang pernah ke GKI KI pasti tau setinggi apa)… so sedemikian tinggi pula lah harapan & doa kita gantungkan… dan semoga di tahun depan bisa benar2 diwujudkan -tentunya dengan pertolongan dan kekuatan dari Tuhan ^^

Selamat menyongsong masa advent.
God bless us ^^

Elpiji

October 24th, 2007

Kata yang sudah kita kenal baik. Malah kalau ditulis "LPG" malah dibacanya elpege. Dulu waktu aku kecil gitu itu bacanya. elpege. Trus dengan kepolosan dan ketertarikan anak kecil nanya ke mama, "Singkatan apa to itu, ma?" (sekedar info aja, pas aku kecil dulu, aku seneng banget nanya2, semua hal nek isa ditanyake… hahaha -mungkin sampe sekarang masih ya… ^^) dan mama pun menjawab, "…. singkatan bahasa inggris, tanyak ke cik wae…" akhire ya aku nanya ke cik (yang sekolah di jurusan JBPS UKSW -jangan tanya singkatan apa, soale aku dah tanya bolak-balek tapi sampe sekarang ndak inget, intinya itu jurusan yang belajar bahasa inggris di satya wacana salatiga). Cik njawab, "Liquid Petroleum Gas" pas itu aku ya cuman isa bengong. Ndak isa ngulang. Apalagi nulis. Wahahaha. Tapi setelah aku SMP kan mulai diajari macam2 hasil bumi. Dan ada istilah LPG itu tadi. Jadi deh sampe sekarang keinget.

Nah, kenapa sekarang tiba2 keinget?
Beberapa waktu yang lalu, sebelum libur lebaran tepatnya, aku ngeliat ada tulisan "Jual elpiji 52ribu". Ditulis di atas karton coklat yang sepertinya bekas kardus sesuatu. Ditulis berdempet2an supaya cukup jelas terlihat, dengan bidang yang kecil. Cukup jelas untuk dibaca orang2 berkendara yang lewat.

Benernya tulisan yang bener kan LPG. Tapi kenapa ditulis elpiji?
Salah kaprah. Tapi justru karena salah kaprah itulah maka pengucapan LPG menjadi benar. Bukan elpege. Coba kalau disuru baca istilah dalam bahasa asing, inggris misalnya, belum karuan isa ngebaca dengan bener. Sophisticated. Gimana coba bunyinya? Belum tentu bener. Justru elpiji malah diucapkan dengan benar. Ndak perlu pendidikan yang tinggi2. Ndak perlu sekolah bahkan. Sudah dikasi tau dari kecil… tabung biru yang ada tulisannya dan ada gambar lidah apinya itu namanya elpiji. Jangan deket2, apalagi kalo bawa lilin. Isa mbledhos! Hahahaha.

Yang namanya kebiasaan. Sekalipun salah kaprah, tapi mengajarkan pengucapan kata yang benar. Dari awal sudah diajari demikian, jadi ya cuman itu saja yang diketahui.

Sekarang, di usia saat ini… apa saja yang sudah kita ketahui?
Mungkin ada hal-hal yang salah kaprah juga terjadi dalam hidup ini.
Yang benernya salah, tapi sudah dianggep bener.
Mungkin kesalahan itu menguntungkan.
Tapi bisa juga kesalahan itu emang harus dibenahi.
Kebiasaan-kebiasaan.
Pemikiran-pemikiran.
Perasaan-perasaan.
Yang mungkin dianggap wajar.
Padahal sebenarnya ndak baek buat dipelihara.
Apa yang menjadi alat ukurnya?
Suatu hal itu bener atau ngga?
Baek atau engga buat dipelihara?